oleh

Unik, Pengumuman Kelulusan SMA di Rote Bernuansa Budaya

Rote Ndao, NTT

Berbeda dengan suasana pengumuman kelulusan pada umumnya. Pengumuman hasil kelulusan di SMA Negeri 1 Rote Timur pada Senin, 3 Mei 2021, bernuansa budaya.

Seluruh siswa dan guru yang hadir dalam agenda pengumuman kelulusan menggunakan busana adat Rote lengkap.

Kepala SMA N 1 Rote Timur, Mikhael Kega. S.pd, kepada awak media menjelaskan busana adat adalah identitas masyarakat yang perlu dijunjung tinggi.

“Kita pake busana adat tujuannya kita menghargai adat sebagai identitas diri. Jangan sampai karena pendidikan kita tinggi lupa budaya. Budaya adat sebagai cerminan kita,” jelas Mikhael.

Selain itu, lanjut Mikhael, penggunaan busana adat saat pengumuman kelulusan merupakan strategi agar siswa tidak melakukan aksi coret – coret pakaian seragam.

“Pakaian seragam itu kan bisa digunakan oleh adik – adik mereka,” ujar kepala sekolah.

Pada kesempatan itu, kepala sekolah menjelaskan bahwa dari 199 siswa kelas XII (kelas 3), prosentase kelulusan mencapai 98,99 persen.

“Dua orang tidak lulus. Kriteria kita ada 2 , jadi Ujian Tulis dan Ujian Karya Tulis. dan dua orang yang tidak lulus itu hanya ikut ujian tulis  makanya meraka tidak bisa lulus karena kriteria itu,” jelasnya.

“Dari 197 siswa yang lulus itu ada 10 orang siswa yang kita pilih sebagai siswa berprestasi, karena mereka mampu mempresentasikan hasil tulisan mereka secara baik artinya mereka kuasai betul apa yang mereka persentasikan,” imbuhnya.

Dia berharap siswa yang sudah lulus bisa melanjutkan ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi.

Salah satu siswa berprestasi yang masuk kategori 10 besar, Ferni Nadek, menyampaikan terima kasih kepada guru SMAN 1 Rote Timur yang telah membimbing dan mendidiknya sehingga bisa lulus dengan prestasi yang membanggakan.

“Saya akan melanjutkan ke perguruan tinggi. Saya sudah mendaftar di Undana, semoga diterima,” ujar Ferni.

Ditanya soal cita – citanya, dengan bersemangat Ferni mengatakan ingin menjadi guru.

“Saya bercita-cita menjadi seorang guru Bahasa Inggris yang hebat agar orangtua saya bisa bangga dan bahagia,” pungkasnya.

KBM Tatap Muka, Sistem Sift – siftan.

Guna menghindari penyebaran COVID-19 di lingkungan sekolah, kegiatan belajar mengajar (KBM) di SMAN 1 Rote Timur dilakukan dengan protokol kesehatan ketat.

“Karena  saat ini kita masih di perhadapkan dengan covid 19 maka kita tetap pakai sistem sebelumnya sesuai dengan kesepakatan orangtua siswa yaitu sitim sif-sifan jadi yang datang sekolah itu hanya 50% dari jumlah siswa yang ada,” tandas Mikhael.

Dia mencontohkan, jika dalam 1 kelas jumlah 36 orang maka yang datang itu hanya 18 orang pada sif A datang pada hari senin rabu dan jumat, sedangkan 18 orang lainnya di sif B datang pada hari selasa , kamis dan sabtu dan sif akan bergulir terus.

“Dan ketika yang tatap muka datang di sekolah meraka yang di rumah juga tetap melakukan belajar online sehingga pada saat tatap muka ada kesulitan-kesuliatan saat belajar online mereka bisa sampaikan secara jelas kepada bapak atau ibu guru,” ungkapnya.

Selain itu siswa wajib menggunakan masker. Sementara sekolah menyiapkan sarana untuk cuci tangan.

Laporan : Mekris Ruy (Kontributor MBN Rote Ndao)

Komentar