oleh

Baru Sehari Tatap Muka, Sekolah di Kota Kupang Kembali Digelar Online

Kupang, NTT

Pembelajar secara luring (Luar Jaringan) atau tatap muka di NTT baru sehari dilaksanakan, namun pemerintah Kota Kupang kembali mengeluarkan Surat Edaran yang salah satu poin mewajibkan semua sekolah di Kota Kupang untuk kembali melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara daring atau online.

Dikeluarkannya Surat Edaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ini dimaksudkan untuk mengendalikan penyebaran COVID-19 di Kota Kupang.

Surat Edaran dengan nomor: 023/HK.443.1/V/2021itu ditandatangani langsung oleh Wali Kota Kota Kupang Jefirtson Riwu Kore. Terdapat 13 poin dalam Surat Edaran tersebut diantaranya;

  1. Agar semua pihak tetap tertib, disiplin dan penuh tanggung jawab mentaati Protokol Kesehatan sebagaimana diatur dalam Peraturan Wali Kota Kupang Nomor 18 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis
    Pelaksanaan Tatanan Normal Baru yang Produktif dan Aman Corona Virus Disease 19 (Covid-19) di Wilayah Kota Kupang;
  2. Melakukan Pengaturan Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), sebagai berikut:

a. Membatasi tempat/kerja perkantoran dengan menerapkan Work From Home (WFH) sebesar 50% (Lima puluh persen) dan Work From Office (WFO) sebesar 50% (Lima puluh persen), dengan memberlakukan protokol kesehatan secara lebih ketat;

b. Melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara daring/online;

c. Kegiatan Restoran/Rumah makan/Warung makan/Cafe dan sejenisnya di perbolehkan melayani makan/minum di tempat dengan kapasitas maksimal 50% (Lima Puluh Persen) Konsumen sejak dibuka sampai dengan Pukul 21.00 WITA dengan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat, setelah pukul 21.00 WITA dibatasi hanya untuk melayani layanan makan/minum melalui pesan-antar/dibawa pulang (Take Away);

d. Pembatasan jam operasional untuk semua jenis usaha sampai dengan Pukul 21.00 WITA, khusus yang melayani kebutuhan pokok pasien pada Kompleks Rumah Sakit tetap dibuka sesuai jam operasional dengan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat. Satuan Polisi Pamong Praja Kota Kupang, Dinas Pariwisata atau Dinas terkait lainnya berkoordinasi dengan Polres Kupang Kota untuk melakukan Operasi setiap malam
pada setiap tempat usaha untuk memastikan penerapan pembatasan tersebut dan bila terjadi pelanggaran diberikan sanksi penutupan sementara waktu (maximal 7 hari); dan

Baca Juga:  Tolak Eksepsi, JPU : Pengadilan Tipikor Berwenang Adili Perkara Jonas Salean

e. Membatasi jam operasional Pasar Tradisional untuk transaksi
jual-beli dimulai Pukul 05.00-10.00 WITA dilanjutkan pada Pukul 16.00-19.00 WITA dengan penerapan protokol kesehatan
yang lebih ketat. Penertiban dan Pengendalian terhadap Ketentuan ini diserahkan pada PD. Pasar bersama Satuan Polisi Pamong Praja Kota Kupang.

  1. Dilarang menyelenggarakan pesta dan syukuran dalam bentuk apapun yang dilaksanakan di Rumah, Restoran, Ballroom, atau tempat lain yang sejenis;
  2. Kegiatan Seni, Sosial, Budaya dan Politik yang dapat menimbulkan kerumunan diizinkan dibuka maksimal 25% (dua puluh lima persen) dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat;
  3. Mengizinkan kegiatan konstruksi beroperasi 100% (seratus persen)
    dengan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat;
  4. Mengizinkan tempat ibadah untuk dilaksanakan dengan pembatasan
    kapasitas sebesar 50% (lima puluh persen) dengan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat;
  5. Melarang/Meniadakan Mudik Lebaran Hari Raya Idul Fitri 1442H/ Tahun 2021 Kepada Warga Masyarakat dan Masyarakat Perantau yang berada di Wilayah Kota Kupang dan bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan tertentu selama Bulan Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri Wajib menunjukkan dokumen administrasi perjalanan tertentu sebagaimana di atur dalam Surat Instruksi Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 09 Tahun 2021;
  6. Dilakukan pemeriksaan melalui operasi Prokasih (Protokol Kesehatan
    Kasih) di setiap pintu masuk (gerbang) Wilayah Kota Kupang terhadap pelaku perjalanan yang hendak memasuki Wilayah Kota Kupang, dengan ketentuan:

a. Bagi pelaku perjalanan darat (sopir, awak dan/atau penumpang) yang tidak memakai masker dan mentaati Protokol Kesehatan lainnya dilarang memasuki Wilayah Kota Kupang;

b. Bagi pelaku perjalanan darat (sopir, awak dan/atau penumpang) yang memiliki suhu tubuh diatas 37,80 C dilarang memasuki Wilayah Kota Kupang;

Baca Juga:  Penghuni Rumah MBR di Kupang Konsumsi Air Hujan

c. Bagi pelaku perjalanan Laut/Udara wajib disertai Hasil Negatif/Non Reaktif Hasil Rapid Test Antigen/Genos/PCR maksimal 1×24 jam sejak dikeluarkan hasil tes tersebut;

d. Dinas Kesehatan/ Puskesmas/ Lurah setempat wajib diinformasikan (by name/by address/by phone) pelaku perjalanan masuk Kota Kupang oleh pihak KKP guna di pantaukeberadaannya;

e. Dinas Perhubungan Kota Kupang wajib melakukan koordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi bersama Polres Kupang Kota untuk penerapan pembatasan tersebut; dan

f. Lurah wajib melaporkan kepada Walikota semua warga baru yang masuk wilayahnya.

  1. Dilakukan pengaturan dan pembatasan kapasitas penumpang untuk transportasi umum dan wajib memakai masker dan mentaati protokol kesehatan bagi sopir, awak dan/atau penumpang;
  2. Satgas Covid 19 Kota Kupang, Camat, Lurah, Kepala Puskesmas sesuai tugas dan fungsinya masing-masing memastikan penerapan Peraturan Walikota kupang Nomor 4 Tahun 2021 di Wilayahnya
    masing-masing;
  3. Setiap orang, pelaku usaha, penyelenggara atau penanggung jawab
    tempat/kegiatan yang melanggar protokol kesehatan sebagaimana diatur dalam Peraturan walikota Kupang Nomor 18 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Tatanan Normal Baru yang Produktif dan Aman Corona Virus Disease 19 (Covid-19) di Wilayah Kota Kupang
    dikenakan sanksi sesuai Peraturan Wali Kota Kupang Nomor 90 Tahun
    2020 tentang Penerapan Disiplin Dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan Dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 Di Wilayah Kota Kupang;
  4. Pada saat Surat Edaran ini mulai berlaku, surat Edaran Walikota
    Kupang Nomor 007/HK. 443.1/III/2021, tanggal 1 Maret 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 di Kota Kupang, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.
  5. Surat Edaran ini mulai berlaku pada tanggal 3 Mei 2021 sampai dengan
    tanggal 17 Mei 2021, dengan ketentuan akan ditinjau kembali berdasarkan situasi dan kondisi penyebaran Covid-19 di Wilayah Kota Kupang.
Baca Juga:  Warga TDM Kupang Keluhkan Penerangan Jalan

(*)

Komentar