oleh

153 KK di Rote akan Direlokasi, Kades Papela Hibah Tanah 3 Hektar

Rote Ndao, NTT

Badai siklon tropis disertai banjir ROB yang menghantam kabupaten Rote Ndao, pada Sabtu (3/4) hingga Selasa (6/4), mengakibat 5.693 [sumber : humas NTT (12/4)] unit rumah mengalami kerusakan.

Dari total rumah yang rusak, sebanyak 153 unit rumah di dusun Tanjung, Desa Papela, Kecamatan Rote Timur, direkomendasikan untuk direlokasi.

Kepala Desa Papela, H. Sugiarto Azhari, kepada metrobuananews.com, Senin (12/4) mengatakan, pihaknya dengan sukarela sudah menyerahkan sebidang tanah untuk relokasi warga yang ada di dusun tanjung.

“Saya sudah hibahkan lahan untuk relokasi warga kepada pemerintah. Kemarin saya sudah tanda tangan berkas hibahnya,” kata Sugiarto.

Dia menjelaskan, lahan yang di hibahkan seluas tiga (3) hektar terletak di dusun Analaso, Desa Papela, Kecamatan Rote Timur.

“Itu lahan pribadi saya. Demi kemanusiaan dan masyarakat yang terdampak bencana, saya hibahkan untuk pembangunan rumah warga,” ujar Sugiarto.

Kendati sudah ada lahan untuk relokasi, Sugiarto mengatakan, masih terjadi pro kontra di antara warga yang akan direlokasi.

“Dari warga sendiri masih ada pro kontra. Khusus warga yang rumahnya sudah bagus. Tapi saya percaya pemerintah punya cara sendiri untuk meyakinkan warga agar mau direlokasi,” pungkasnya.

Lebih lanjut Sugiarto menjelaskan, pada kunjungan Gubernur NTT, Viktor Laiskodat, beberapa waktu lalu pascabencana, Gubernur meminta agar warga di dusun Tanjung direlokasi agar terhindar dari bencana banjir ROB.

“Selain untuk keselamatan warga, pak Gubernur juga meminta agar wilayah tanjung dijadikan lokasi wisata kuliner bahari,” terang Kades Sugiarto.

Terkait korban bencana banjir ROB, Sugiarto mengatakan sudah dipulangkan pada Rabu (7/4).

“Warga sudah kembai ke rumah masing – masing, tapi yang rumahnya rusak parah masih nginap di rumah tetangga,” jelasnya.

Walapun sudah kembali ke rumah namun bantuan masih terus mengalir, baik dari komunitas maupun perorangan yang peduli kemanusiaan.

Sementara untuk data keseluruhan Kabupaten Rote Ndao, juru bicara Posko Tanggap Darurat Bencana Siklon Tropis Seroja NTT, Marius Ardu Jelamu, Senin (12/4/2021), menyampaikan bahwa, total rumah yang rusak sebanyak, 5.693 unit rumah.

“Rusak berat 1.112 unit, rusak sedang 1.335 unit, dan rusak ringan 3.246 unit.

Selain kerusakan rumah, korban luka dilaporkan sebanyak 6 orang dan 695 orang terpaksa harus tinggal di lokasi pengungsian.

Marius juga mengatakan warga di Dusun Tanjung, Desa Papela, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao perlu direlokasi.

“Semua rumah yang rusak dan direlokasi akan ditanggung oleh pemerintah pusat, oleh karena itu data harus segera dimasukan agar secepatnya kita usulkan ke Jakarta,” jelas Marius.

Sementara data seluruh korban bencana Seroja di NTT sebagai berikut. Meninggal dunia 177, Hilang 43 orang, luka – luka 174, pengungsi 27.770 orang, Rumah rusak 15.368 unit, Fasilitas Umum Rusak 1.302 unit. (MBN01)

Komentar