oleh

OJK Serahkan Bantuan Sosial untuk Korban Bencana di NTT

Kupang, NTT

Sebagai bentuk kepedulian terhadap korban bencana siklon tropis Seroja yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Senin (5/4/2021), Otoritas Jasa Keuangan bersama Industri Jasa Keuangan menyalurkan dana bantuan sosial bagi masyarakat terdampak bencana sebesar Rp500 Juta.

Bantuan diserahkan langsung secara simbolis oleh Kepala OJK Provinsi NTT, Robert HP. Sianipar kepada Gubernur NTT, Viktor B. Laiskodat, di Maumere, Kabupaten Sikka, Jumat (9/4), bersamaan dengan kunjungan Presiden Joko Widodo Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Lembata.

Pada kesempatan itu, Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi NTT, menyampaikan bahwa donasi ini sebagai bentuk kepedulian dari OJK dan Industri Jasa Keuangan dengan harapan bisa membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana.

“Kiranya bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana,” ujar Robert Sianipar.

Gubernur NTT, Viktor Laiskodat, menyampaikan apresiasi kepada OJK NTT atas kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana.

“Bantuan ini diterima dan selanjutnya akan didistribusikan langsung dengan mekanisme yang akan diaudit agar dapat diketahui masyarakat dan dipertanggungjawabkan secara akuntabel,” ungkap Viktor Laiskodat.

Bantuan sebesar Rp500 Juta tersebut akan disalurkan melalui Rekening Posko Siklon Tropis Seroja NTT yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi NTT, sehingga dapat segera didistribusikan untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana di Provinsi NTT.

Untuk diketahui, badai Siklon Tropis Seroja yang menghantam NTT mengakibatkan 1 Kota dan 17 Kabupaten luluh lantak.

Daerah terdampak tersebut yaitu Kota Kupang, Flores Timur, Malaka, Lembata, Ngada, Sumba Timur, Sumba Barat, Rote Ndao, Ende, Sabu Raijua, Alor, Kabupaten Kupang, Belu, TTU, TTS, Sikka, Sumba Tengah, dan Kabupaten Manggarai.

Hingga Jumat, 9 April 2021, dari semua Kabupaten/Kota sudah ditemukan sebanyak 166 orang meninggal dunia dan 54 orang masih hilang.

Sementara 158 orang luka-luka dan jumlah pengungsi mencapai 16.078 orang. (MBN01/*)

Komentar