Kupang, NTT
Kecelakaan lalu lintas di Jalan Alfons Nisnoni, Kelurahan Airnona, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang, tepatnya di pertigaan Jalan Kancil, pada senin 5 oktober 2020 malam, menewaskan 1 orang dan 9 orang luka – luka.
Kecelakaan maut yang terjadi sekitar pukul 20.40 wita di pertigaan jalan kancil, kota kupang itu, menewaskan 1 orang, 1 orang luka berat dan 8 orang luka ringan.
Kecelakaan tersebut diduga akibat kelalain pengemudi mobil truk tangki air yang melaju kencang dari arah Bakunase kehilangan kendali karena rem blong.
Mobil nahas tersebut kemudian menghantam sepeda motor dengan Nopol dh 2418 KM yang bergerak searah di depannya, lalu menabrak sebuah mobil mini bus dengan Nopol DH 1065 AJ yang juga bergerak searah di depannya.
Mobil truk tangki tersebut terus melaju dan menabrak 2 unit sepeda motor yang sedang parkir di depan bangunan pangkas rambut, kemudian menyeruduk bangunan pangkas tersebut, lalu terjun ke tanah kosong milik warga.
Apeu, saksi mata yang menyaksikan kejadian tersebut mengatakan, mobil tangki melaju dengan kecepatan tinggi.
“Saya liat dia (mobil) dari arah bakunase kencang, tiba – tiba dia tabrak motor, trus mobil honda city yg ada di depannya, trus tabrak lagi motor dan terakhir salon”, jelas Apeu.
kemudian, lanjut Apeu, pihaknya berlari kr arah mobil yang ditabrak untuk memberi pertolongan.
“Kami angkat mobil, kemudian anak kecil usia sekitar 2 tahun keluar dari dalam. Di dalam mobil itu ada 3 orang”, katanya.
Dia menjelaskan pula, dalam kejadian tersebut hanya 1 orang yang meninggal dunia.
“Yang meninggal itu hanya 1 orang, penumpang motir beat, bukan yang bawa motor”, tandasnya.
Kepala Satuan Polisi Lalu Lintas Polres Kupang Kota, AKP Andri Aryansyah, SIK, membenarka, kejadian tersebut.
“Setelah mendapat informasi, kami langsung ke TKP”, katanya.
Lebih lanjut Andri menjelaskan, korban meninggal dunia dibawa ke RSB Titus Uly, dan korban lainnya masih dirawat di RSUD W Z Yohannes.
“Barang bukti berupa sepeda motor dan mobil mini bus sudah kami amankan di kantor, sementara tanki air sudah masih sedang dilakukan evakuasi.
“Kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah”, ungkap Andri.
Sementara pengemudi truk tangki sudah diamankan polisi dan akan dilakukan proses hukum. (MBN01)


Komentar