by

Pemrov NTT Imbau Masyarakat Tunda Kehamilan di Masa Pandemi Covid-19

Kupang, NTT

Mencermati angka kehamilan yang meningkat tajam di masa pandemi covid-19, pemerintah provinsi nusa tenggara timur menghimbau masyarakat untuk menunda kehamilan agar menghindari bahaya penyebaran covid-19.

Pandemi covid 19 tak hanya berdampak buruk pada anjloknya perekonomian daerah, namun berdampak juga pada angka kehamilan.

“Selama Covid merebak, di rumah saja itu baik, tetapi KB sedikit terganggu, kenapa, pasangan suami istri setiap saat hanya saling tatap, maka tentu “itu” yang sering dilakukan, dan itu yang memicu angka kehamilan tinggi”, demikian disampaikan kepala BKKBN NTT, Marianus Mau Kuru, di sela – sela kegiatan, rapat telaah program (Banggakencana) tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2020, Kamis (27/8/2020)

Marianus menjelaskan, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Nusa Tenggara Timur mencatat, pada tahun 2019 angka kehamilan sebanyak 142.596, tahun 2020 naik menjadi 154.663.

“Saya sudah instruksikan kepada para kepala dinas bkkbn se NTT, untuk mendata semua ibu untuk diberikan pelayanan KB supaya jangan tambah dulu karena hamil di masa pandemi itu resikonya besar”, kata Marianus.

Menurutnya, peningkatan angka kehamilan di masa pandemi, dikhawatirkan bisa menjadi penyumbang gizi buruk, stunting dan berbagai penyakit.

“Kami memghimbau agar masyarakat menunda kehamilan dengan program keluarga berencana hingga pamdemi covid-19 berakhir”, imbau Marianus.

Dia menegaskan, program keluarga berencana bukan membatasi kelahiran tetapi mengatur jarak kelahiran. (MBN01)

Comment