by

Buron 3 Tahun, Terpidana TPPO, Yusak Sabekti Dibekuk Kejati NTT

Kupang, NTT

Terpidana kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Yusak Sabekti Gunawan, akhirnya dibekuk kejaksaan tinggi Nusa Tenggara Timur di Semarang – Jawa Tengah, setelah buron selama 3 tahun.

Yusak divonis 7 tahun penjara dan denda Rp120 juta, pada 2017 lalu atas kasus penjualan orang. Namun dengan dalih melakukan banding, Yusak cs, kemudian melarikan diri.

Operasi penangkapan ini dilaksanakan oleh tim intelijen Kejati NTT dan Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Kota Kupang serta didukung oleh tim intelijen Kejati Jawa Tengah dan Kejari Ambarawa, pada Rabu (24/6/2020).

Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur, Yulianto mengatakan, penangkapan terhadap Yusak Sakbeti dilaksanakan di Pom Bensin Gombel, Kecamatan Bantu Manik, Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah berdasarkan Surat Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejati NTT Nomor : 310/N.3/DARI.1/06/2020 tanggal 22 Juni 2020,

“Terpidana langsung diamankan dan dibawa ke Kejari Semarang untuk dilakukan pemeriksaan, kemudian dititip di Rutan Polrestabes Semarang sebelum diberangkatkan ke Kupang pada hari ini pukul 07:10 WIB,” ujar Yulianto kepada wartawan di Kupang, Jumad (26/6/2020).

Ia menjelaskan, terpidana berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Nomor : 2389 KPID SUS/2017 menjatuhkan pidana penjara selama 7 (tujuh) Tahun dan denda sebesar Rp. 120.000.000.

Apabila denda tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama 3 (tiga) bulan dan menghukum terpidana membayar restitusi kepada ahli waris Yufrinda Selan kepada saksi Megana Farida Bureni, saksi Fridolina Us Batan dan saksi Anik Mariani sebesar Rp. 3.000.000 paling lama 14 (empat belas) hari.

“Jika tidak dibayar, maka harta bendanya disita dan dilelang oleh jaksa untuk menutupi uang restitusi tersebut dengan ketentuan apabila terpidana tidak mempunyai harta benda yang mencukupi maka diganti dengan pidana kurungan selama 3 (tiga) bulan,” imbu Yulianto.

Yulianto menjelaskan, masih 2 terpidana yang buron. Karena itu tim kejati NTT akan terus memburu para penjahat kemanusiaan yang masih buron.

“Tidak ada tempat aman bagi para penjahat selama saya ada di NTT”, tegas Yulianto.

Terpidana Yusak Sabekti Gunawan terbukti melanggar Pasal 4 jo. Pasal 48 UU No. 21 Tahun 2007 jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana jo Pasal 65 ayat (1) KUHPidana. Selanjutnya terpidana dikirim ke Lapas Kelas II Kupang untuk melaksanakan hukuman sesuai Putusan Mahkamah Agung. (AB/NM)

Comment