by

Pemprov NTT Selengarakan Rakornis Sektor Perhubungan di Nagekeo

Nagekeo, NTT

Pemerintah propinsi Nusa Tenggara Timur melaksanakan rapat koordinasi teknis sektor perhubungan tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur di kabupaten Nagekeo, tepatnya di hotel Pepita, Kamis, (21/3/2019)

Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor B. Laiskodat, dalam sambutannya yang dibacakan Asisten Administrasi Umum Kosmas D. Lana, SH, M. Si., mengatakan Rapat Koordinasi Teknis Perhubungan merupakan momentum untuk mengevaluasi sejauh mana kinerja penyelenggaraan tugas pelayanan sektor perhubungan di NTT, dalam mendukung pencapaian Kebijakan Pembangunan Daerah dan Nasional (NAWACITA)  serta mengsinergikan dan menyelaraskan perencanaan program /kegiatan sektor perhubungan tahun 2021,antara Pemerintah Daerah (Provinsi dan Kabupaten /Kota) dengan UPT/SATKER Kementerian Perhubungan dan para mitra kerja perhubungan yang ada di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Pembangunan Nusa Tenggara Timur berpijak pada realitas sebagai “Provinsi Kepulauan” dimana luas laut empat kali luas daratan, garis pantai yang panjang serta potensi laut, pesisir dan pulau-pulau yang kaya dengan sumber daya”, ungkap kosmas.

Menurutnya, Orentasi pembangunan daerah berciri kepulauan berbasis pada :
Pertama, Ekonomi biru, dengan memanfaatkan komoditas perikanan serta industri pengolahan hasil-hasil perikanan .
Kedua, Ekonomi hijau, yang mengadalkan komoditas Marungga, jagung, ternak sapi, serta industri pakan ternak dan unggas serta industri pengolahan hasil perikanan.
Ketiga, Ekonomi Emas, dengan mengandalkan pariwisata sebagai penggerak Ekonomi. Nusa Tenggara Timur sebagai ring of beauty memiliki kekayaan pesona wisata alam dan budaya yang unik dan eksotik sebagai lokomotif ekonomi yang diniscayakan untuk menarik sektor-sektor terkait mempercepat peningkatan pendapatan dan penuntasan masalah kemiskinan.

Keempat, posisi geopolitik dan geoekonomi Nusa Tenggara Timur sebagai provinsi perbatasan di selatan Indonesia memiliki peluang yang terbuka untuk menjalin kerja sama dagang Selatan-selatan dengan Timor Leste, Australia, New Zealand dan Negara negara pasifik lainnya.

Lanjutnya, dalam dinamika lingkungan strategis tersebut dokumen RPJMD nusa Tenggara Timur 2018-2023, didesain dengan pola pikir yang optimis dengan akselerasi yang tinggi untuk menjangkau Nusa Tenggara Timur yang lebih maju, mandiri, adil, makmur dan bermartabat sebagaimana tercantum dalam tujuan akhir RPJMD nusa Tenggara Timur 2005-2025.

Sementara itu, Bupati Nageke, Johanes Don Bosco Do, dalam sambutannya sebagai mengatakan, Suatu harapan bahwa Semoga dengan kegiatan Rakornis ini, Dapat membuahkan hasil berkaitan dengan peran transportasi untuk mewujudkan konektivitas dan keterpaduan antar modal Dalam mendukung Kepariwisataan demi kemajuan NTT, teristimewa untuk flores lembata.

Kegiatan ini sangat mendukung Visi dan misi Bupati Nagekeo saat ini. terima kasih atas kehadiran Bapak dan Ibu dalam kegiatan Rakornis dengan jumlah 125 Orang mewakili 21 Kabupaten dan 1 Kota Kupang,” ungkap Don.

Hadir pada kesempatan itu,Bpk. Prasetyo Boeditjahjono, jabatan Staf Ahli Kementerian Perhubungan Bidang Energi Lingkungan Tekhnologi, Kadis Perhubungan Provinsi NTT Bpk. Isak Nuka, ST, MM, Staf khusus Gubernur Bpk. Prof. Daniel Kameo Ph. D, Sekretaris Dinas Perhubungan Provinsi NTT Yosef Rasi, S. Sos, M. Si, lebih  Khusus untukBpk. Prasetyo Boeditjahjono, jabatan Staf Ahli Kementerian Perhubungan Bidang Energi Lingkungan Tekhnologi, Bpk. Gubernur NTT VIKTOR BUNGTILU LAISKODAT dalam hal ini diwakili Asisten Administrasi Umum Bpk.Kosmas D. Lana, SH, M. Si, Kadis Perhubungan Provinsi NTT Bpk. Isak Nuka, ST, MM, Staf khusus Gubernur Bpk. Prof. Daniel Kameo Ph. D, Sekretaris Dinas Perhubungan Provinsi NTT Yosef Rasi, S. Sos, M. Si, Kapolres dalam hal ini diwakili oleh Wakapolres Ngada, Dandim 1625 Bajawa, Kejaksaan Negeri Bajawa, Ketua Pengadilan Negeri Bajawa dan Semua Kadis kab. /kota para peserta Rakornis se-Nusa tenggara timur. (Belmin)

Comment