oleh

1 Januari 2019 KD Tutup, Walikota Kupang : yang Mau Pergi ya Sekarang

Kupang, NTT

Rencana penutupan Lokalisasi Karang Dempel (KD) oleh pemerintah Kota Kupang rupanya bukan isapan jempol.

Wali Kota Kupang, Jefry Riwu Kore, kembali menegaskan, tempat prostitusi terbesar yang terletak di kelurahan Alak, Kecamatan Alak, Kota Kupang itu dipastikan sudah tidak beroperasi tahun depan.

“Ini pengumuman, tanggal 1 Januari tahun 2019 Lokalisasi Karang Dempel Pasti Tutup. Jadi kalau mau pi (pergi) na pi (pergi) sekarang sudah”, ungkap Jefry Kepada awak media di Kantor Walikota Kupang, Rabu (28/11/2019).

Lebih lanjut Jefry mengatakan, rencana penutupan tersebut bukan baru sekarang dipikirkan kemudian dilaksanakan tetapi sudah menjadi komitmennya sejak mencalonkan diri menjadi Wali Kota Kupang.

“Waktu saya sosialisasi di sana, ada yang bertanya, kalau bapak menang apakah KD ditutup? Saya jawab, Kalau saya menang pasti ditutup. Kemudian pertemuan dengan ibu – ibu di in and out, saya bilang kalau saya menang saya tutup itu KD”, jelas Jefry.

Bukan hanya KD, Jefry mengatakan semua tempat yang digunakan untuk praktek prostitusi seperti Pitrad dan lainya akan ditutup.

“Tetapi bukan tiba – tiba, kita sudah sosialisasi berkali – kali, dan mereka (penghuni KD) juga setuju. Mereka juga saudara kita, orang Indonesia karena itu saya tidak mau mereka ada di situ (KD)”, terang Wali Kota.

Menurutnya para penghuni KD akan dikembalikan ke kampung asalnya dengan dibekali uang saku dan modal usaha.

“Ini yang teriak – teriak ini pemain, pelanggan”, katanya.

Untuk menutup dan memulangkan para penghuni KD, pemerintah Kota Kupang menggelontorkan anggaran sebesar Rp500 juta selain APBN.

“Pokoknya semua kita tutup, KD, Citra, Bolekale, dan Pitrad”, tutup Jefry. (MBN01)

Komentar

Berita Terkait