Kupang, NTT
Ketika bicara tentang Laut Mati, pikiran sebagian orang akan tertuju pada sebuah danau fenomenal di Timur Tengah, tepatnya di Yordania. Sebagian lagi mengarah ke pulau Nias, Sumatra Utara. Padahal jauh di ujung terselatan Indonesia terbentang sebuah danau eksotis yang dikenal dengan sebutan Laut Mati.
Disebut Laut Mati bukan karena lokasi ini mencekam dan mematikan, tetapi suasananya begitu hening dan nyaris tak ada orang yang melintas selain warga sekitar.
Tempat yang masih natural ini, terletak di Dusun Supuk, Desa Sotimori, Kecamatan Landu Leko, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Laut Mati memang Sunyi tapi tak sesunyi ditinggal pacar. Dibalik keheningannya tersimpan keunikan yang sangat menakjubkan.
Betapa tidak, di sekeliling Laut Mati tumbuh subur pohon Bakau (Mangrove) yang selalu memberikan kesejukan di tengah teriknya hari.
Mungkin anda sedikit heran ketika tahu bahwa di tengah birunya air yang asin, berkembang biak ikan air tawar jenis Mujair.
Beberapa gugusan pulau kecil berjejer di tengah danau ditumbuhi ilalang yang bergoyang manja saat diterpa angin. Keindahan itu menghipnotis setiap mata yang menyinggahinya.
Keindahan kian terpancar ketika kemilau cahaya mentari pagi disertai hembusan angin laut menghempas buih keemasan berlabuh di hamparan pasir yang didominasi kulit kerang. Sungguh eksotis.
‘Laut Mati manjakan hati’. Mungkin ungkapan sedehana itu akan mewakili rasa ketika bertandang ke ujung timur pulau Rote.
Berwisata ke Laut Mati ibarat kembali ke alam. Menikmati kedamaian dalam keheningan. Sesekali suara kepakan sayap burung laut mengusik imaginasi.
Kendati memiliki potesai yang luar biasa, obyek wisata ini belum dilengkapi dengan fasilitas pendukung.
Kepala Desa Sotimori, Aser Bulan, beberapa waktu lalu mengatakan, pihaknya memiliki mimpi mempercantik laut mati, namun masih terkendala anggaran.
“Jika ada investor yang mau investasi di Laut Mati, kami sangat welcome. Tempat ini sangat potensial”, ujarnya.
Dia meyakini, jika Laut Mati dikelola dengan baik akan menjadi salah satu obyek wisata primadona di NTT.
Akses Menuju Laut Mati
Jika anda berasal dari luar Pulau Rote, ada dua (2) alternatif menuju beranda depan Indonesia Australia itu.
Yang pertama melalui laut. Jalur laut ada 2 pilihan yakni menggunakan kapal cepat dari pelabuhan Tenau Kupang menuju pelabuhan Ba’a Rote, dengan waktu tempuh 2 jam, kemudian melanjutkan perjalanan darat menuju Rote Timur sekitar 2 jam.
Selain itu, pengunjung bisa menggunakan kapal Ferry Lambat dari pelabuhan Bolok Kupang menuju pelabuhan Pantai Baru Rote, sekitar 4 jam perjalanan, dan dilanjutkan dengan alat transportasi darat sekitar 1 jam.
Sementara akses melalui udara menggunakan pesawat dari Bandara El Tari Kupang menuju D.C Saudale Rote, sekitar 30 menit dengan biaya berkisar Rp250 – 500 ribu.
Untuk menikmati keindahan dan keunikan Laut Mati, para pemuja keindahan tidak perlu merogoh kocek terlalu banyak, cukup dengan menyewa mobil rental atau motor ojek dengan harga yang relatif murah.
Penulis : Nyongky
Foto : Luh Sriasih







