www.Metrobuananews.com | Kupang – Suasana di lokasi Persawahan Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), sempat mencekam sekira 4 jam.
Situasi tersebut akibat serangan balasan yang dilakukan warga Eks Timor Timur di Desa Oebelo terhadap warga desa Tanah merah, terkait bentrok antar warga yang terjadi pada Kamis (23/8/2018) malam yang menewaskan 1 orang warga Oebelo serta beberapa orang lainnya kritis.
Serangan tersebut mulai terjadi sekitar pukul 13.00 Wita. Kaum pria mulai berbondong – bondong dari perkampungan menuju desa Tanah Merah dengan senjata tajam, kayu, senapan angin dan ketapel.
Ketika hendak memasuki lokasi persawahan, warga dihadang Personil Polisi dari Polres Kupang. Namun karena jumlah polisi hanya sedikit, massa akhirnya terus menerobos.
Personil kepolisian pun dikerahkan dan massa kembali dihadang di tengah lokasi persawahan Oebelo.
Polisi mengeluarkan tembakan peringatan dan melontarkan gas air mata untuk menahan laju massa, namun massa semakin beringas dan berupaya menyerang polisi.
“Tembak saja, kami tidak takut mati”, teriak warga sambil mengacungkan pedang dan mempersilahkan polisi menembak.
Situasi makin mencekam. Polisi bahkan kewalahan dan mundur perlahan – lahan sambil menahan pergerakan massa.
Bahkan wartawan yang meliput saat itu juga diancam.
Sekira pukul 17.00 Wita, personil dari Brimob Polda NTT tiba di TKP dan massa akhirnya bisa ditenangkan.
Namun ternyata serangan tidak hanya dari arah lokasi persawahan (utara), sekelompok masa menyerang dari arah berlawanan (selatan).
Informasi yang berhasil dihimpun media ini, menyebutkan bahwa 1 orang warga Tanah Merah meninggal dunia dan 1 orang kritis dalam serangan tersebut.
“Iya ada satu orang meninggal dunia yang diketahui atas nama Kamarudin (60) sementara korban luka satu orang atas nama Baltasar Ndun. Insiden berdarah tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 wita. Korban meninggal dan luka langsung dilarikan ke RS Bayakara,” jelas AKBP, Indera Gunawan, SIK, Kapolres Kupang, membenarkan informasi tersebut.
Dijelaskan pula, penyerangan dari kelompok warga oebelo di lakukan dari kampung yang tidak dijaga petugas karena petugas melakukan penjagaan di lokasi konflik pertama yakni di lokasi persawahan.
Untuk sementara, situasi terkendali namun personil dari Polres Babau, Brimob Polda NTT dan TNI tetap siaga di TKP.
“Suasana sementara ini sudah kondusif dengan menambah 450 personil gabungan TNI dan Polri”, jelas Indera. (MBN01)







