Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Tanah Oehandi Dihentikan Kejati NTT

1
3255

Metrobuananews.com | Kupang – Kasus dugaan korupsi pengadaan tanah seluas 4 Ha di Desa Oehandi, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao, senilai Rp 7. 428. 617. 037,00, akhirnya dihentikan oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur (NTT) karena tidak ditemukan adanya kerugian negara.

Dihentikannya kasus tersebut setelah tim penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejati NTT menggelar ekspose dihadapan petinggi Kejati NTT yang mana dihadiri mantan Kajati NTT, DR. Sunarta (Kajati saat itu) dan Wakajati NTT, RI. Teguh serta para asisten lainnya.

“Karena tidak ditemukan kerugian negara dalam kasus itu maka Kejati NTT menentukan sikap dengan menghentikan kasus itu”, jelas Iwan Kurniawan, Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT, didampingi As Pidsus Kejati NTT, Gaspar Kase ketika ditemui diruang kerjanya, Rabu (6/6).

Iwan menambahkan, anggaran sebesar Rp 7.428.617.037, 00 telah disetor kembali oleh penerima kuasa yakni Meki Mesakh sejak bulan Februari 2018 lalu dimana kasus itu masih berstatus penyelidikan (LID), dan juga perjanjian jual beli tanah telah dibatalkan oleh penerima kuasa dari pemilik lahan.

“Perjanjian jual beli tanah batal demi hukum dan penerima kuasa telah menyetor kembali anggaran senilai Rp 7.428.617.037. 00 ke rekening biro Pemda Rote Ndao”, terang Iwan.

Dia menegaskan, dengan adanya penyetoran kembali keuangan negara tersebut ke Pemda Rote Ndao oleh penerima kuasa, maka kerugian negara dalam kasus itu tidak terjadi sehingga kasus tersebut dihentikan. (MBN01/Che)