oleh

Refleksi Hari Raya Kurban di Tengah Pandemi COVID-19

Rote Ndao, NTT

Hari raya kurban atau Idul Adha tahun 2021 jauh berbeda dengan tahun – tahun sebelumnya. Jika di tahun sebelumnya jamaah melaksanakan sholat Idul Adha secara berjamaah di masjid dan di lapangan sepak bola, namun tahun ini hanya bisa dilakukan di rumah.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Rote Ndao, H. Ahmad P. Koso, S.Pd, mengatakan kendati sholat berjamaah ditiadakan bukan berarti mengurangi makna hari kurban itu sendiri.

“Dengan situasi ini kita bisa mengambil satu hikmah, bahwa mungkin ini merupakan bentuk dari pengorbanan kita untuk tidak bisa sholat secara bersama dan dilaksanakan di rumah masing-masing,” ungkap Ahmad

Ahmad mengajak semua umat muslim, agar iklas dengan kondisi saat ini, di mana tidak bisa sholat berjamaah.

“Kita harus meneladani sikap nabi Ibrahim yang ikhlas melaksanakan perintah Tuhan, mengorbankan anaknya Ismail,” Ahmad mengingatkan.

“Berkurbanlah untuk menyembelih sifat perilaku dan unsur kebinatangan kita, berkurbanlah agar kita terhindar dari kerakusan dan ketamakan dunia,” imbuhnya.

Menurut Ahmad, setiap tetesan darah kurban yang mengalir membawa pergi jauh bala dan musibah, serta setiap helai rambut hewan qurban berganti dengan kebaikan dan keberkahan.

“Berkurbanlah karena setiap helai buluh qurban mengugurkan setiap dosa dan kemaksiatan dan berkurbanlah karena tanduk buluh dan kuku hewan qurban akan datang di akhirat menjadi saksi kita,” tandasnya.

Ketua MUI juga mengingatkan seluruh umat Muslim agar membantu pemerintah memutus mata rantai penyebaran COVID-19 dengan mematuhi protokol kesehatan.

“Mari kita membantu pemerintah dalam hal ini gugus COVID-19 Rote Ndao, sembari terus menerus berdoa kepada Tuha, agar kita secepatnya dijauhkan dari virus mematikan itu,” tutup Ahmad.

Baca Juga:  VIDEO : Ucapan Terima Kasih Bupati Rote Ndao, Paulina Haning Bullu

Laporan : Mekris Ruy (Kontributor MBN Rote Ndao)

Komentar

Berita Terkait