oleh

Sejarah Perayaan Idul Adha atau Hari Raya Qurban

Kupang, NTT

Perayaan Idul Adha atau Hari Raya Qurban, dirayakan setiap tahun. Idul Adha juga dikenal sebagai ‘Lebaran Haji’, Sebab, di saat yang sama, umat Islam dari seluruh penjuru dunia juga tengah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.

Lalu bagaimana Sejarah Idul Adha itu sendiri? Yuk kita telisik asal muasal perayaan hari raya qurban.

Perintah berqurban sendiri berkaitan dengan kisah ketulusan dan totalitas dalam berqurban di dalam mengarungi kehidupan oleh Nabi Ibrahim dan putranya, Nabi Ismail.

Suatu ketika, Nabi Ibrahim diperintahkan oleh Allah untuk menyembelih putranya, Ismail.

Perintah tersebut diturunkan kepada Ibrahim saat Ia sedang tidur. Dalam mimpi, Allah meminta Ibrahim untuk menyembelih putranya Ismail, yang saat itu sudah menginjak usia remaja.

Sebagai manusia, Nabi Ibrahim merasakan kesedihan yang mendalam. Saat itu Iman Nabi Ibrahim benar – benar diuji. Betapa tidak, setelah sekian lama terpisah dengan Ismail, malah harus menyembelih buah cintanya dengan siti Hajar itu.

Kendati demikian, sebagai hamba yang beriman dan taat kepada Allah, Ibrahim tidak keberatan. Dia siap melaksanakan perintah Allah. Rupanya Allah hendak menguji sejauh mana keta’atan Nabi Ibrahim.

Ibrahim kemudian mendatangi Nabi Ismail dan meminta pendapatnya. Jawaban Ismail sungguh di luar dugaan. Dia justru meminta ayahnya untuk melaksanakan apa yang diperintahkan Allah kepadanya.

Ismail berkata, “Wahai ayahku! Laksanakanlah apa yang telah diperintahkan oleh Allah kepadamu. Engkau akan menemuiku Insya Allah sebagai seorang yang sabar dan patuh kepada perintah Allah.” (QS. Ash-Shaffat:102)

Nabi Ibrahim lantas menangis haru mendengar jawaban anaknya. Ibrahim pun dengan ikhlas dan sungguh-sungguh melaksanakan apa yang Allah perintahkan.

Namun ketika Ibrahim hendak menyembelih Ismail sebagai qurban, Allah membolehkannya menggantinya dengan seekor domba.
Domba tersebut sudah dalam keadaan terikat di sebuah pohon dekat Gunung Tsubair.

Baca Juga:  Pemprov NTT Sumbang 4 Hewan Kurban di Kota Kupang

Akhirnya, Nabi Ibrahim menyembeli Domba tersebut di Mina.

Peristiwa inilah yang dijadikan pedoman dan sejarah sunnah berkurban yang dilakukan oleh umat Islam pada tiap hari Raya Idul Adha.

Hukum melaksanakan qurban itu sendiri wajib bagi orang yang mampu atau memiliki keluasan rezeki untuk berqurban.

Sebagaimana disebutkan dalam Alquran surah Al-Kautsar ayat 1-2, “Sesungguhnya Kami telah memberikan nikmat yang banyak. Maka dirikanlah sholat karena Tuhanmu dan berqurbanlah.” (MBN01/ detikcom)

Komentar

Berita Terkait