oleh

Mamamia, Mayoritas Anggota Nyatakan Mosi Tidak Percaya Terhadap Ketua DPRD Kota Kupang

Kupang, NTT

Lebih dari setengah bagian atau mayoritas anggota DPRD Kota Kupang dengan tegas menyatakan mosi tidak percaya terhadap ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoe.

“Yang mendasari kami tidak hadir dalam sidang pembahasan LKPj Wali Kota tahun 2020, bukan karena persoalan oknum anggota DPRD yang saat ini bermasalah hukum, tetapi ada hal lain yang menjadi substansi dasar dalam kelembagaan yang perlu mendapat perhatian dan dievaluasi,” tegas Ketua Fraksi PKB, Theodora Ewalde Taek.

Ewalde menegaskan bahwa melalui pernyataan sikap, pihaknya ingin memberikan pencerahan kepada masyarakat terkait ketidakhadiran lima Fraksi DPRD.

“Ada pernyataan sikap yang ingin kami sampaikan sebagai pencerahan sehingga tidak ada pernyataan terbalik bahwa kami tidak hadiri sidang karena ingin membela korps dan kami juga tidak mau dikatakan terima uang rakyat tetapi tidak mau bersidang,” ujar politisi PKB itu.

Sementara ketua Fraksi Nasdem, Yuvensius Tukung, menegaskan, semangat yang melandasi aksi mereka adalah membuat lembaga DPRD menjadi lebih baik.

“Kami sudah mengambil kesimpulan menjadi kebulatan tekat kami sebagai anggota DPRD Kota Kupang, menyatakan sikap sejujur – jujurnya dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Dia menambahkan, dengan sikap ini, ke depan DPRD Kota Kupang benar-benar ingin berjuang, untuk memajukan kepentingan masyarakat.

Berikut pernyataan mosi tidak percaya 21 anggota terhadap Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoe yang dibacakan oleh Ketua Fraksi Gabungan, Dominggus Kale Hia:

  1. Ketua DPRD Kota Kupang tidak dapat menjalankan koordinasi dalam upaya mensinergikan pelaksanaan agenda dan materi kegiatan dari alat kelengkapan DPRD sebagaimana tertuang dalam tata tertib Pasal 36, di mana sejak pelantikan sampai saat ini belum pernah ada rapat koordinasi antara pimpinan DPRD dan pimpinan alat kelengkapan dewan, baik dengan pimpinan komisi, pimpinan Badan kehormatan maupun pimpinan Bapemperda, termasuk dengan pimpinan fraksi-fraksi.
  2. Ketua DPRD Kota Kupang dalam menjalankan agenda dan jadwal sidang II tahun 2020/2021 tidak sesuai dengan jadwal yang ditetapkan oleh Badan Musyawarah.
  3. Ketua DPRD Kota Kupang dalam melaksanakan jadwal dan agenda Sidang II tahun 2020/2021 tidak mengundang anggota DPRD sebagaimana amanat tata tertib pasal 98 ayat 3.
  4. Ketua DPRD Kota Kupang tidak memfasilitasi agenda penyempurnaan rancangan Perda tentang APBD Kota Kupang tahun anggaran 2021 berdasarkan hasil evaluasi gubernur bersama tim anggaran pemerintah daerah sebagaimana diamanatkan dalam tata tertib pasal 58.
  5. Ketua DPRD Kota Kupang tidak transparan dalam menjalankan kewajiban dan tanggungjawab sebagai pucuk pimpinan DPRD Kota Kupang. Sampai saat ini belum ada rapat evaluasi kebijakan yang telah diambil oleh pimpinan dan banyak pertanyaan dari anggota yang tidak dijawab secara pasti dari Ketua DPRD Kota Kupang.
  6. Komunikasi dan koordinasi intern lembaga tidak dapat berjalan dengan baik dan lancar karena arogansi ketua DPRD Kota Kupang.
  7. Tidak menjaga marwah lembaga DPRD Kota Kupang karena dalam persidangan Ketua DPRD cenderung mengucapkan kata-kata kotor kepada mitra kerja (pemerintah) dengan selalu menyudutkan mitra dengan kata “kamu pencuri”, “pembohong” dan “penipu”. Ketua selalu membentak dan marah-marah dalam persidangan.
Baca Juga:  Tolak Eksepsi, JPU : Pengadilan Tipikor Berwenang Adili Perkara Jonas Salean

Dengan berbagai persoalan di atas, maka kami yang bertandatangan di bawah ini, yang adalah anggota DPRD Kota Kupang Periode 2019-2024, menyatakan dengan sebenar-benarnya bahwa kami tidak dapat mempercayai lagi anggota terhormat Yeskiel Loudoe atas kedudukannya sebagai Ketua DPRD Kota Kupang.

Menurut para anggota DPRD Kota Kupang ini, jika sidang dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoe, makan mereka tidak akan hadir, namun jika dipimpin oleh wakil ketua satu atau wakil ketua dua maka mereka akan hadir.

Berikut daftar 21 anggota DPRD Kota Kupang yang mengajukan mosi tidak percaya:

  1. Jabir Marola (Nasdem)
  2. Mokrianus Lay (Hanura)
  3. Tellend Daud (Golkar)
  4. Rony Lotu (PKB)
  5. Siqvrid Basoeki (Nasdem)
  6. Alfred Djami Wila (Golkar)
  7. Yuvensius Tukung (Nasdem)
  8. Satario Pandie (Berkarya)
  9. Livingston Ratu Kadja (PAN)
  10. Dominggus Kale Hia (Hanura)
  11. Theodora Ewalde Taek (PKB)
  12. Simon Dima (PAN)
  13. Diana Bire (Hanura)
  14. Anatji Ratu Kitu Jan (PKB)
  15. Dominikus Taosu (PKB)
  16. Jemari J. Dogon (Golkar)
  17. Esy M. Bire (Nasdem)
  18. Adolof Hun (Perindo)
  19. Zeyto Ratuarat (Golkar)
  20. A.A.Ayu.W.P. Tallo (Gerindra)
  21. Richard Odja (Gerindra).*

Komentar