oleh

Naikan Harga Bahan Bangunan Seenaknya, Polda NTT Tangkap 3 Pengusaha ‘Nakal’

Kupang, NTT

Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) menangkap para pengusaha “Nakal” yang menaikan harga bahan bangunan sewenang – wenang pascabadai Seroja yang menghantam NTT pada Minggu (4/4/2021)

Dirkrimsus Polda NTT, Kombes Pol Johannes Bangun, kepada awak media, Rabu (7/4/2021) mengatakan, operasi yang dilakukan menyikapi instruksi Gubernur NTT, Viktor Laiskodat, terkait pengendalian harga bahan bangunan pascabencana.

Dalam operasi tersebut, Polda NTT berhasil mengamankan tiga (3) pengusaha yang melakukan mark up harga bahan bangunan di luar batas kewajaran, yakni MM, MA, dan AK.

“Pertama kita amankan saudara MM yang menjual paku. Biasanya harga normal Rp20.000, dijual hari ini Rp45.000,” ujarnya.

Sementara pengusaha berinisial MA diamankan karena menjual seng 0,20 yang harganya Rp53.000 menjadi Rp68.000.

MA juga diduga menjual seng 0,30 yang harganya Rp70.000 menjadi Rp90.000.

“Sedangkan saudara AK diamankan karena menjual tripleks. Biasanya harga normal Rp78.000 menjadi Rp100.000,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, para pelaku usaha ini diamankan atas dasar hukum UU Nomor 5 Tahun 1999 tentang pelaku usaha dilarang melakukan praktek monopoli usaha dan persaingan usaha tidak sehat.

“Ancamannya dua bulan penjara dan denda minimal Rp5 Miliar atau maksimal Rp25 Miliar,”

Para pengusaha juga dijerat dengan UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, di mana seorang pelaku usaha dilarang menaikan harga sebelum melakukan obral.

“Ini ancaman hukumnnya 2 tahun dan denda Rp500 Juta rupiah,” ucapnya.

Dia mengimbau pelaku usaha di NTT untuk berdagang secara normal dalam situasi bencana seperti ini.

“Kita bantu masyarakat dengan tidak mencari keuntungan pribadi secara berlebihan. Sehingga keadaan normal bisa kembali,” katanya.

Para pelaku usaha yang telah diamankan selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.(MBN01)

Komentar