oleh

Salib Bernuansa Budaya Warnai Perayaan Paskah di TTS

SoE, NTT

Sebuah pemandangan unik dan menarik mewarnai perayaan Paskah di kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), khususnya di Unit Pembantu Pelayanan (UPP) Klasis SoE Timur.

Di setiap gereja terdapat salib yang dihiasi dengan berbagai ornamen bernuansa adat. Bahkan tulisan yang ada di kayu salib menggunakan bahasa daerah setempat (bahasa dawan).

Kendati Paskah kali ini diselimuti kecemasan akibat ancaman COVID-19, dan badai namun tidak sedikit pun mengurangi makna Paskah itu sendiri.

Ketua Majelis Jemaat Imanuel Nifukani Pdt.Samy D.N Fallo-Tuka,S.Si Teol., kepada wartawan, Minggu (4/4/2021) mengatakan Perayaan Paskah kali ini dikemas berbeda mengingat situasi pandemi dan badai yang melanda NTT.

“Dengan kreasi Salib bernuansa budaya diharapkan dapat memupuk rasa cinta pemuda terhadap budaya, sehingga dapat melestarikan budaya dan bahasa,” katanya.

Dia berharap, dengan kegiatan ini dapat memotivasi para pemuda untuk selalu memberi diri terlibat dalam karya dan pelayanan untuk hormat dan kemuliaan nama Tuhan.

Ketua Pemuda Imanuel Nifukani (PIN), Deki Faot, mengatakan proses pengerjaan salib ini dilaksanakan sejak tanggal 22 Maret 2022.

‘Pengerjaan salib ini didukung penuh oleh seluruh pemuda Imanuel Nifukani (PIN) dari dua belas rayon yang ada,” kata Deki.

Gambar yang ditampilkan dalam kreasi salib tersebut, lanjut Deki, merupakan motif tenunan ikat, mewakili 3 suku besar di Timor Tengah Selatan.

“Tiga suku besar yang motifnya digunakan untuk kreasi salib dalam konteks budaya Timor yakni Amanuban, Mollo dan Amanatun,” terangnya.

Selain gambar, menurut Deki, semua ornamen yang ditempatkan di sekitar Salib juga bernuansa budaya Timor.

“Tujuh (7) perkataan di atas kayu salib juga ditulis dalam bahasa Timor (Dawan),” katanya.

Dengan kreasi Salib bernuansa budaya, diharapkan dapat memotivasi seluruh jemaat untuk menjaga dan melestarikan budaya sebagai bagian dari iman.

Penulis : Daud Nubatonis (Kontributor MBN TTS)

Komentar