oleh

Kasus Pembakaran Rumah dan Ancam Pendeta, Kapolda NTT : Saya akan Tindak Tegas

Kupang, NTT

Kasus pengrusakan dan pembakaran 21 rumah dan ancaman pembunuhan terhadap seorang pendeta di Desa Taloeletan, Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang ditanggapi Kapolda NTT, Irjen Pol. Lotharia Latif.

Kepada wartawan, Sabtu (3/4/2021), jenderal bintang satu ini meminta korban pengancaman maupun pembakaran segera membuat laporan polisi agar ditindaklanjuti.

“Saya sudah perintahkan Kapolres Kupang untuk tangani secara profesional dan proporsional. Segera nanti saya akan cek kembali. Bila benar ada ancaman pembunuhan, segera buat laporan polisinya dan pasti akan saya tindak tegas,” ujarnya.

Ia mengimbau semua pihak menahan diri, karena proses penyelidikan kasus ini sedang dilakukan Polres Kupang.

“Proses riksa sudah dilakukan oleh Polres Kupang. Teman-temn media juga bisa bantu dengan info yang seimbang agar menjaga sikon kamtibmas kondusif,” katanya.

“Putusan pengadilan yang sudah berkekuatan hukum juga harus dipatuhi dengan baik oleh semua pihak. Bila ada ketidakpuasan maka harus disalurkan lewat proses hukum,” sambungnya.

Sebelumnya, Pendeta gereja GMIT Gibeon Bone, Pdt. Erna Ratu Eda Fanggidae, S.Th. mengaku mendapat ancaman dari sekelompok massa perusuh, Minggu (28/3/2021) lalu.

Kelompok perusuh itu membakar 21 rumah warga dan membunuh sejumlah ternak piaraan warga.

Aksi premanisme itu merupakan buntut dari ekseskusi lahan di wilayah itu.

Terpisah, Kapolres Kupang, AKBP Aldinan R.J.H Manulang, yang dikonfirmasi wartawan, Jumat (2/4/2021) mengatakan, kasus tersebut masih diproses karena kedua belah pihak saling melaporkan.

“Masih berproses, kedua belah pihak saling melaporkan. Mohon dukungan untuk percepatan,” ujarnya. (MBN01/*)

Komentar