oleh

Alamak, Oknum Camat di Kupang Sebar Hoax Catut Nama Wali Kota

Kupang, NTT

Sebuah rekaman suara yang beredar di media sosial, Rabu (13/1/2021), berdurasi 14 menit 12 detik, sempat menghebohkan jagat maya dan membuat warga Kota Kupang resah. Betapa tidak, dalam rekaman suara tersebut dikatakan bahwa penyebaran COVID-19 di kota Kupang sudah melebihi Jakarta.

Bahkan dengan bersemangat, suara pria dalam rekaman tersebut menyebutkan bahwa beberapa pejabat di NTT meninggal dunia akibat COVID 19.

Tidak hanya itu, tak tanggung – tanggung orang tersebut mecatut jabatan Wali Kota, pasalnya Wali Kota bersurat ke Jakarta untuk minta PSBB.

Seketika suasana Kota Kupang mencekam. Rekaman suara tersebut menjadi trending topik.

Ironisnya, rekaman suara yang meresahkan itu, belakangan diketahui, sengaja dibuat oleh seorang oknum Camat di Kota Kupang.

Menanggapi itu, Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore telah meminta Sekda Kota Kupang, Farhen Funay untuk menelusuri pesan suara yang diduga dilakukan oleh Camat Kota Raja, Rudi Abubakar.

“Kami diperintahkan oleh pimpinan untuk menelusuri apakah benar, pesan suara itu dilakukan oleh salah satu camat di Kota Kupang. Apabila terbukti bahwa yang melakukan itu adalah beliau maka akan ada tindak lanjut,” ujar Kabag Protokol Pimpinan Setda Kota Kupang, Ernest S. Ludji, dirilis diantimur.com

Lebih lanjut, Ernest Ludji, mengatakan apa yang disampaikan di dalam rekaman tersebut ada Hoax atau berita bohong.

“Kami mohon kerja sama teman-teman media untuk memberikan klarifikasi bahwa berita yang beredar dalam pesan suara itu tidak benar. Saya sebagai juru bicara pemerintah Kota Kupang membantahnya”, tegas Ernest.

Berselang beberapa saat, Camat Kota Raja, Rudi Abubakar, kembali membuat sebuah pesan suara, mengklarifikasi Voice Note sebelumnya yang sempat menghebohkan warga Kota Kupang.

“Selamat Sore basodara semua, beta Rudi Abubakar, beta ingin klarifikasi rekaman suara tadi. Itu rekaman suara beta kirim ke group keluarga Abubakar, mungkin bapa mama saudara semua bisa dengar, awal kalimat beta adalah menjelaskan tentang ‘kakak, basodara, ponakan’, itu rekaman khusus ke keluarga Abubakar, beta sonde tau ini rekaman bisa keluar, tapi beta mau menyampaikan bahwa rekaman itu beta kirim khusus ke group WA keluarga. Beta mau pertegas ke keluarga agar tidak boleh keluar rumah, untuk menerapkan protokol kesehatan. Makasih”, demikian isi rekaman klarifikasi yang dibuat oleh Camat Kota Raja.

Ironisnya, tak sepenggal kata pun yang menunjukan bahwa, yang bersangkutan menyesal telah meresahkan warga kota Kupang dengan mencatut nama Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang.

“Kami berharap, pak Wali memberikan pembinaan yang setimpal kepada oknum pejabat yang membuat berita Hoax yang meresahkan warga”, ungkap seorang warga yang minta identitasnya disamarkan.

“Kalau perlu copot saja jabatannya biar ada efek jera. Seorang pemimpin seharusnya menenangkan warganya kendati situasi genting, bukan sebaliknya”, imbuhnya.

Berikut kutipan rekaman yang sempat membuat warga kota Kupang Panik.

“Buat saudara semua, kaka, ponakan semua yang ada. Beta baru habis rapat dengan pak Wakil. Corona di Kota Kupang sudah melebihi Jakarta. Hari ini pak Wali minta surat ke Jakarta bahwa Kupang PSBB. Karena Gubernur hari ini corona, Ibu Emi dan tiga orang pak Kapitan mati tadi pagi. Pak wakil minta kantor semua ditutup, sekarang sudah beberapa kantor ditutup. BKD, Dukcapil, Kantor Lurah Liliba ditutup. Kantor Camat juga melalui kewenagan beta mulai hari ini tutup. Siapa pun juga jangan coba-coba keluar rumah”. (MBN01)

Komentar