oleh

13 dari 16 TSK Kasus Tanah Labuan Bajo Ditahan Kejati NTT

Kupang, NTT

Kejaksaan Tinggi NTT telah melakukan pengkapan dan penahan terhadap 13 orang tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi tanah di labuan bajo, dari 16 orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Kepala Kejaksaan Tinggi NTT, Dr. Yulianto, SH., MH., dalam konfrensi pers yang digelar di kantor Kejaksaan Tinggi NTT, Kamis (14/1/2021), menjelaskan, bahwasanya para tersangka yang ditetapkan merupakan orang – orang yang dianggap paling bertanggung jawab terhadap kasus dugaan tindak pidana korupsi tersebut.

“Penyidik telah melakukan penahanan terhadap 13 orang karena pemyidik telah menemukan alsan objektif maupun subjektif untuk penahanan, sebagaiman diatur dalam pasal 21 KUHP”, jelas Yulianto.

Dia menjelaskan, proses penahanan terhadap para tersangka dilakukan di 3 tempat.

“10 orang di labuan bajo, 2 orang kita lakukan penahanan di Kupang, dan 1 orang ada di Jakarta, besok akan dibawa ke Kupang dengan peswat Batik Air”, katanya.

Sedangkan 3 orang tersangka lainnya yakni ACD, VS dan A alias U belum dilakukan penahanan.

Lebih lanjut Yulianto menjelaskan, Kejati NTT telah melakukan pemeriksaan terhadap 102 saksi dan 5 orang ahli yang sangat berkompeten di bidangnya masing – masing.

“Penyidik juga telah melakukan penyitaan sejumlah uang dan aset – aset tanah, serta 2 buah hotel”, jelasnya.

Menurut Yulianto, dengan adanya penyidikan tersebut dapat dijadikan pintu masuk buat Kejati NTT untuk menyelesaikan kasus – kasus agraria di Manggarai Barat.

“Dalam kasus korupsi, kami mengedepankan bagaiman mengembalikan kerugian negara yang terjadi”, tegas Yulianto. (MBN01)

Komentar