oleh

Eksepsi Jonas Salean Ditolak, Sidang Dilanjutkan Pekan Depan dengan Pemeriksaan Saksi

Kupang, NTT

Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Kupang, menolak eksepsi yang dilayangkan tim kuasa hukum terdakwa Jonas Salean, pada sidang putusan sela yang digelar Selasa (17/11/2020).

Sidang yang dipimpin Ketua Majlis Hakim Dju Jhonson Mira Mangngi, S. H, MH didampingi hakim anggota, Ari Prabowo dan Ibnu Kholiq, menegaskan bahwa kasus ini layak disidangkan di pengadilan Tipikor, pasalnya, yang didakwa oleh Jaksa bukan penerbitan sertifikat tetapi pengalihan aset.

Dalam amar putusan sela, majelis Hakim memerintahkan penuntut umum untuk melanjutkan sidang kasus korupsi pembagian Tanah kosong seluas 20.068 m2 yang berlokasi di depan hotel Sasando, Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, dengan agenda mendengar keterangan saksi.

Jonas Salean menyambut tenang putusan sela tersebut. Mantan Wali Kota Kupang ini menilai, dengan penolakan eksepsi tersebut maka sidang selanjutnya akan masuk ke pokok perkara sehingga lebih nyata dan cepat selesai.

“Daripada keberatan diterima lalu digantung terus juga menjadi persoalan. Kan hari Senin 24 Nopember 2020 sudah langsung pemeriksaan saksi. Sehingga disitu baru bisa dibuktikan,” sebut Jonas Salean usai sidang putusan sela.

Ketua tim penasehat hukum Jonas Salean, Yanto Ekon kepada wartawan mengatakan, pihaknya menghormati putusan sela.

“Menurut majelis hakim, eksepsi kita sudah memasuki pokok perkara, maka kita masuk ke pembuktian, kita hormati putusan sela dan kita siap masuk ke tahap pembuktian,” sebut Yanto.

Menurutnya, jaksa akan membutkikan sertifkat hak pakai nomor 5 tahun 1981 belum dihapus.

“Dan kami akan membuktikan semaskimal mungkin bahwa sertifikat itu sudah dihapus sejak tahun 1994 berdasarkan keputusan Bupati Kupang yang saat itu dijabat oleh Pak Paul Lawarihi,” katanya. (***/MBN01)

Baca Juga:  Tolak Dakwaan JPU, Kuasa Hukum JS : Bukan Kewenangan Pengadilan Tipikor

Komentar