oleh

Divonis Positif Covid 19, Keluarga Almarhum JN Merasa Janggal

Kupang, NTT

Keluarga Almarhum JN, merasa janggal lantaran, JN dikabarkan positif terpapar Covid 19, sesaat setelah meninggal dunia di ruang ICU Rumah Sakit Siloam Kupang.

Menurut M, istri almarhum JN, pada Senin (16/11/2020) bahwa suaminya mengeluh sakit sejak Selasa (10/11) namun masih bisa beraktivitas.

“Kami ke rumah sakit pada hari Sabtu (14/11), sat periksa bapak baik – baik saja, katanya hanya infeksi, dan kami diperbolehkan pulang”, jelas istri almarhum.

Setelah pulang, lanjut M, sebagai penjual daging di pasar Oebobo, suaminya masih beraktivitas.

Namun pada Minggu, (15/11) siang, JN mengeluh batuk, demam dan sakit pada bagian dada, selang beberapa saat JN tak sadarkan diri kemudian keluar busa dari mulutnya.

JN kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Siloam. JN ditangani oleh perawat di ICU, namun beberapa saat kemudian JN dinyatakan meninggal dunia.

“Setelah meninggal baru dilakukan pemeriksaan berkaitan dengan Covid, namun rapid test dinyatakan non reaktif, tetapi tetap dilanjutkan dengan pemeriksaan Swab terhadap jenasah suami saya, kami ikut saja”, jelas M.

Namun M mengaku sangat kecewa, karena saat menunggu hasil Swab pihaknya bersama kerabat lainnya dibiarkan melakukan kontak lansung dengan Jenasah almarhum JN.

“Saya juga masih peluk bapa tua sambil menangis, keluarga lain juga sama”, pungkas M.

Tak lama berselang, lanjut M, pihak rumah sakit menyatakan bahwa sesuai hasil pemeriksaan Swab, almarhum positif Covid 19.

“Kami diinformasikan lewat WA, katanya belum sempat print out hasil”, jelas salah satu petugas medis.

Lebih lanjut, menjelaskan, awalnya keluarga tidak setuju dan bersikeras untuk membawa almarhum pulang ke rumah, namun M menyadari bahwa setelah informasi berkembang bahwa suaminya positif Covid maka masyarakat akan menyalahkannya.

“Akhinya kami setuju untuk dimakamkan sesuai protokol Covid 19”, ungkapnya.

Namun dia menyayaangkan, setelah pemakaman, tidak ada tindakan apa – apa yang dilakukan oleh Satgas Covid, bahkan Dia sendiri yang meminta untuk dilakukan penyemprotan disinfektan di rumahnya.

“Tidak ada himbauan untuk karantina mandiri. Jadi dari kemarin kami bebas tetapi kami juga secara sosial terimbas juga. Saudara sepupu saya ditolak di pasar”, ungkap M.

“Jalankan protokol kesehatan tapi SOP tidak dijalankan”, imbuh M.

Dia menjelaskan pihaknya sudah secara mandiri mengajukan permohonan untuk dilakukan pemeriksaan Swab bagi semua anggota keluarga yang kontak langsung dengan almarhum JN.

Hingga berita ini diturunkan, pihak R S Siloam belum berhasil dikonfirmasi. (***MBN01)

Komentar