by

Bouyant Montessori School, Sekolah Tatap Muka dengan Protokol Kesehatan Terbaik

KUPANG, NTT

Tahun ajaran baru di masa new normal sangat berbeda dari biasanya. Kegiatan belajar mengajar pada umumnya dilaksanakan secara Virtual.

Berbeda dengan Buoyant Montessori School. Sekolah yang terletak bilangan Kelapa Lima, Kota Kupang ini, melaksanakan KBM secara langsung atau tatap muka.

KBM yang digelar di sekolah milik David Fulbertus, yang beralamat di Jln. Samratulangi, Kota Kupang, Provinsi NTT itu berjalan lancar dengan menerapkan protokol kesehatan yang super ketat.

Saat memasuki pintu gerbang sekolah, guru dan siswa diarahkan oleh petugas untuk menggunakan masker, face shield, cuci tangan, penyemprotan antiseptic (yang aman bagi anak-anak), serta melakukan pengecekan suhu tubuh.

“Penerapan protokol kesehatan ini sudah kami jalankan sejak lama. Bagi kami, kebersihan adalah sebuah keharusan”, ujar Kepala Sekolah Bouyant Montessori School, Aprinoet Selfani, S.Pd, saat ditemui Wartawan beberapa waktu lalu.

Menurut wanita yang fasih berbahasa inggris ini, pihaknya telah memberikan 2 opsi kepada orang tua siswa terkait pembelajaran dengan metode offline class, dan online class di Buoyant Montessori School.

“Untuk online class dan offline class sudah diberlakukan sejak tanggal 13 Juli kemarin,” jelasnya.

Dikatakan Miss Selfani, pembelajaran menggunakan sistem offline dan online pun dilaksanakan dalam 2 shift. Pihaknya juga membatasi kuota setiap kelas, sehingga tetap terjaga social distancing.

“Untuk shift pertama kelas offline terdiri dari empat orang siswa yang didampingi dua guru. Sementara untuk shift kedua terdiri dari dua orang siswa dan dua orang guru,” jelas Selfani kepada wartawan.

Karena covid-19, Bouyant Montessori School Kupang juga melakukan pengurangan jam belajar siswa. KBM di dalam kelas hanya dilaksanakan selama 3 jam.

“Jadi karena ada dua shift, kami berlakukan tiga-tiga jam. Misalnya shift pertama dari jam 8 pagi sampai jam 11, maka shift kedua akan dilanjutkan dari jam 12 siang sampai jam 3 sore,” jelasnya.

Selfani menambahkan, Bouyant Montesorri School Kupang menggunakan dua kurikulum, diantaranya kurikulum Montessori dari North American Montesorri Center (NAMC) dan Kurikulum 13 (K13).

“Kami menggunakan kurikulum dan metode pembelajaran montessori serta Kurikulum 2013 atau K13,” pungkasnya.

Bouyant Montessori School merupakan salah satu sekolah contoh di Kota Kupang yang menerapkan protokol kesehatan covid-19 secara ketat dan terbaik.

Siswa yang datang ke sekolah tampak menggunakan masker dan selalu memperhatikan protokol kesehatan covid-19 baik di luar maupun di dalam kelas. (MBN01/NM)

Comment