oleh

QRIS Bank NTT Memudahkan Pelaku UMKM Bertransaksi

-Eksbis-370 views

Kupang, NTT

Untuk memudahkan para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) melakukan transaksi secara digital dan non tunai PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur telah menghadirkan Quick Response Code Indonesian Standar (QRIS).

QRIS Bank NTT tersebut telah dilaunching beberapa waktu lalu di kantor pusat Bank NTT. Kehadiran QRIS Bank NTT ini mendapat tanggapan serta komentar yang positif dari masyarakat.

Diana Nunuhitu, pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang setiap hari mengais rejeki dari berjualan makanan di Kantor Gubernur NTT mengatakan, dirinya menggunakan QRIS Bank NTT karena lebih mudah dalam bertransaksi.

“Dengan adanya fitur ini, dapat mencegah transaksi tunai pada masa pandemi Covid-19. Nilai tambahnya adalah, QRIS Bank NTT ini tidak memiliki biaya tambahan,” kata Ibu Diana kepada wartawan Rabu, (11/06/2020) siang.

Ia berharap agar QRIS Bank NTT secepatnya disosialisasikan secara langsung ke masyarakat, agar semua masyarakat NTT terutama pelaku UMKM dapat menggunakannya.

“Misalnya ini di area perkantoran. Jadi pihak Bank wajib mensosialisasikan QRIS Bank NTT ini kepada semua pegawai yang ada, sehingga ketika belanja, mereka bisa membayarnya melalui aplikasi QRIS ini,” ujarnya.

Ia juga menyatakan, QRIS Bank NTT sangat mudah untuk digunakan, dan sangat membantu masyarakat.

“Sistim pembayarannya lebih mudah dan gampang. Karena, kita tidak perlu mencari uang kembali lagi. Soalnya sudah terhubung langsung dengan rekening. Sehingga penggunaannya jauh lebih mudah,” tandas Ibu Diana.

Hal senada disampaikan oleh Putra Karsana yang juga berprofesi sebagai pelaku UMKM terkait Qris Bank NTT. Menurutnya, QRIS Bank NTT sangat membantu, apalagi di zaman moderen seperti sekarang.

“Terkadang pada awal bulan, konsumen membayar makanan itu dengan kisaran jumlah Rp 100.000, sehingga kita kekurangan uang kecil untuk kembaliannya. Tetapi dengan adanya aplikasi sistem barcode ini, kita tidak perlu ready stok uang kecil dalam jumlah yang banyak lagi. Karena, transaksinya sudah bisa melalui handphone,” jelas Putra Kasana.

Ia melanjutkan, keuntungan dari aplikasi ini terbilang banyak. Karena kalau ada yang lupa bawa dompet, pembayarannya bisa langsung scan menggunakan handphone. Intinya penggunaanya simple dan lebih praktis.

“Terus dengan adanya aplikasi ini juga dapat mengurangi sistem bon yang sering terjadi. Mereka Bon itu sebenarnya hanya ketinggalan dompet saja, bukan berarti mereka tidak bisa bayar,” urainya.

Putra mengharapkan, semua pegawai yang ada di Kantor Gubernur NTT sudah memiliki aplikasi Qris Bank NTT ini. Karena terlihat, belum semua pegawai menggunakannya.

“Penggunaan aplikasi ini masih tergolong sedikit, karena kalau dihitung itu paling cuma 30 persen orang saja yang menggunakan aplikasi ini,” ucap Putra.

Kedepan, ia berharap adanya sosialisasi dari Bank NTT, sehingga aplikasi ini dapat diketahui oleh masyarakat luas. “Kita ingin aplikasi Qris Bank NTT ini bisa lebih berkembang dan lebih cangih,” tandasnya. (MBN01/ tim)

Komentar