by

KK Miskin Dilupakan, Anak Kades Masih Jomblo Terima BLT

Rote Ndao, NTT

Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa mulai disalurkan kepada masyarakat, sebagai dana kompensasi akibat dari pandemi Covid 19 yang melumpuhkan semua sendi kehidupan dunia.

Semua pihak, seperti polisi dan kejaksaan serta masyarakat, diharapkan untuk ikut mengawasi penyaluran dana BLT.

Sayangnya, masih ada “prakter kotor” di sebuah desa di wilayah selatan kecamatan Pantai Baru yang luput dari pengawasan, yakni Desa Nusakdale.

Dari 72 nama penerima BLT, terselip nama anak kandung Kepala Desa Nusakdale, atas Carlos Oly, yang notabene masih tinggal satu atap dengan orang tuanya, belum memiliki tanggung jawab sebagai kepala keluarga [Belum Menikah].

Hal ini diduga merupakan konspirasi kades dan perangkat yang melakukan verifikasi data penerima BLT di wilayah tersebut.

Ironisnya, salah satu keluarga baru di wilayah tersebut luput dari pendataan dan tidak terhitung sebagai penerima BLT maupun Bantuan Sosial lainnya.

“Ada satu KK yang tidak dapat bantuan apapun yakni Mikris Oly, BLT juga tidak dapat”, ungkap seorang warga desa Nusakdale yang tidak mau namanya dipublikasi.

Menurut sumber tersebut, selama ini warga desa Nusakdale tidak ada yang tahu kalau anak kepala desa sudah dijadikan kepala keluarga.

“Selama ini kami tidak tau kalau Adi (Carlos Oly) sudah kepala keluarga, dia masih tinggal dengan orang tua, masih jadi tanggungan bapak ibunya. Yang tahu Adi sudah kepala keluarga hanya Kepala Desa (Bapak Kandungnya), perangkat desa dan yang maha kuasa”, cetus sumber tersebut.

Pemerintah kabupaten Rote Ndao, dalam hal ini Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil diminta untuk lebih jeli dalam mengeluarkan admnistrasi kependudukan.

“Kalau persyaratan menjadi KK hanya faktor usia maka, bapa mama dan anak – anak dalam satu keluarga ini masing – masing bisa pegang surat sebagai KK, apalagi bapak kepala desa pasti urus gampang”, katanya dengan nada kesal.

Camat Pantai Baru, Fons Chris Saek, saat dikonfirmasi media ini, Jumat (29/5/2020), mengatakan sejauh ini belum mengetahui persoalan tersebut.

“Kalau memang tidak memenuhi syarat maka kita akan tarik kembali uang untuk diberikan kepada yang layak terima”, tegas Fons Saek.

Lebih lanjut Fons Saek menjelaskan, semua desa di kecamatan Pantai Baru sudah merealisasikan pembayaran Dana BLT, hanya dua (2) Desa yang sementara dalam proses pencairan dana BLT yakni Desa Fatelilo dan Desa Tesabela.

Sementara Kepala Desa Nusakdale, Jostan Oly, saat dikonfirmasi media ini melalui telepon selularnya 0813-3889-***1, berulang kali namun dari balik telepon hanya terdengar pesan “Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan”. (MBN01)

Comment

Berita Terkait