by

Lahan Puri Lasiana Sah Milik PT Dafe

Kupang, NTT

Lahan Puri Lasiana yang selama ini disengketakan antara PT. Dafe Putri Pratama Mandiri dan Elton Tedy Giri akhirnya Sah menjadi milik PT. Dafe Putri Pratama Mandiri berdasarkan putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN)

Majelis hakim PTUN dalam putusan Nomor. 100/PTUN/19 Mei 2020 memutuskan menolak seluruh gugatan Elton Tedy Giri, dan menyatakan PT Dafe Putri Pratama Mandiri sebagai pemilik sah tanah di kawasan perumahan Puri Lasiana Indah, Kota Kupang, NTT.

Kuasa hukum PT. Dafe Putri Pratama Mandiri, Fransisco Bernando Bessi Kupang mengatakan, putusan hakim tersebut sudah sesuai prosedur hukum.

Majelis hakim menilai, sengketa tanah terkait status kepemilikan bukan ranah PTUN. Prosedur penerbitan sertifikat hak milik sudah sesuai prosedur. Sertifikat hak milik kliennya yang dialihkan ke hak guna bangunan tidak bermasalah.

Hakim juga menilai, pihak tergugat dua intervensi selaku pemilik setifikat dan SHGB mampu membuktikan secara prosedur hukum, mulai dari permohonan awal, hingga penerbitan sertifikat sah secara hukum.

“Vonis ini menjadi bukti, bahwa PT Dave Putri Mandiri sebagai pemilik sah lahan itu. Khususnya pembeli, diminta tetap tenang dan jangan merasa merasa risih,” ujar Sisko kepada wartawan, Selasa (19/5/2020).

“Bukti-bukti lain yang tidak relevan dengan perkara ini, dikesampingkan oleh hakim. Baik dari pihak kami maupun pihak tergugat,” tambahnya.

Secara bisnis, kata Fransisco Bessi, pemilik perumahan Puri Lasiana Indah sangat terganggu sejak awal tanah tersebut digugat, terutama bagi 38 orang yang rumahnya ikut digugat. Tetapi, dengan ada putusan itu, semuanya menjadi jelas.

Sementara itu, Komisaris Utama PT. Dafe Putri Pratama Mandiri, Frid Jery Bessie mengatakan, tanah di perumahan Puri Lasiana Indah telah dikuasai bersama sertifikat sejak 2017.

Pihaknya kemudian membangun perumahan Puri Lasiana Indah pada bulan November 2017 dengan total bangunan rumah berjumlah 235 unit dari total 600 unit yang rencananya akan dibangun.

Menurut dia, kepemilikan tanah itu sesuai dengan aturan pemerintah, dari proses pembelian hingga alih waris yang benar.

Ia berharap warga tidak takut membeli rumah di Puri Lasiana Indah, karena lokasi tersebut sah secara hukum milik perusahan PT. Dafe Putri Pratama Mandiri.

Terpisah, tim kuasa hukum penggugat, Yance Thobias Mesah mengatakan, keputusan PTUN itu bukan akhir dari proses hukum. Masih ada jalan pihaknya melakukan banding hingga kasasi.

“Ini bukan akhir dari prosses, akan ada upaya banding,” katanya.

Ia mengaku kecewa karena majelis hakim tidak mempertimbangan bukti-bukti yang diajukan pihaknya. Majelis hakim hanya mempertimbangkan sertifikat tergugat. Padahal, kliennya memiliki sertifikat tahun 1986.

“Dalam urain kami jelas terjadi tumpang tindih penerbitan sertifikat di atas sertifikat. BPN tidak melakukan pengecekan saat terbitkan sertifikat. Tanah kami itu bersertifikat, tetapi kemudian tanah itu dibuat pelepasan hak, maka diterbitkan sertifikat baru di atas sertifikat kami. Ini yang sama sekali tidak disinggung majelis hakim,” tandasnya. (MBN01/***)

Comment

Berita Terkait