by

SK Mutasi Dibatalkan, Masih Ada yang “Ngadem” di KCK Bank NTT, Ada Apa?

Kupang, NTT

Sebuah kebijakan tentang mutasi karyawan Bank NTT yang dinilai keliru karena dilakukan tanpa sepengetahuan atau persetujuan Pemegang Saham Pengendali (PSP) akhirnya dibatalkan. Sayangnya, masih ada satu karyawati berinisial MERH mendapat perlakuan istimewah. Ada apa gerangan?

Dari 21 karyawan Bank NTT yang dimutasi berdasarkan Nota Dinas mutasi dengan nomor 015/DIR-DSM/III/2020, yang ditandatangani oleh mantan Direktur Utama Bank NTT, Izhak Eduard dan Direktur Umum Bank NTT, Yohanis Landu Praing, 20 orang kembali beraktifitas di tempat tugas semula, sementara 1 orang karyawati dipertahankan di tempat tugas penempatan baru.

Karyawati yang diistimewakan ini sebelumnya bertugas di Bank NTT Cabang Betun, namun sesuai Nota Dinas Mutasi yang bersangkutan pindah ke Kantor Cabang Khusus (KCK) Bank NTT.

Anehnya, setelah kebijakan yang dianggap “cacat” tersebut dibatalkan dengan Nota Dinas nomor 444/DIR-DSM/III/2020 perihal penundaan pelaksanaan nota dinas mutasi, karyawati tersebut tetap dipertahankan di KCK Bank NTT, sementara 20 karyawan lainnya kembali melaksanakan tugas di tempat sebelumnya.

Untuk memastikan kejanggalan tersebut, media ini mengecek keberadaan MERH di KCK Bank NTT melalui salah satu sumber terpercaya dan ternyata benar karyawati tersebut masih ada di sana.

Bahkan yang bersangkutan sudah 2 minggu berada di sana (KCK). Entah apa yang merasuki para pengambil kebijakan sehingga tetap mempertahankan MERH tanpa dasar hukum seperti nota dinas dan lainnya.

Kepala Divisi SDM Bank NTT, Steven Mesakh membenarkan MERH masih di Kantor Cabang Khusus (KCK) Bank NTT.

“Sesuai info dari tiap unit kerja ke SDM, karyawan yang dapat mutasi waktu itu, pergerakan karyawan ke kantor tujuan hanya MERH saja. Yang lain tidak ada info ke SDM,” tulis Steven Mesakh melalui pesan singkat Whatsapp, Rabu (13/5/2020).

Menurut Steven, MERH masih dipertahankan karena suaminya berada di RSUD W Z Yohannes Kupang.

“Itu salah satu pertimbangan dari Direktur Umum. Nanti kita kembalikan ke betun,” jelas Steven tanpa menjelaskan kapan yang bersangkutan dikembalikan ke tempat tugasnya. (MBN01)

Comment