by

Akhir Cerita Izhak Rihi di Bank NTT

Kupang, NTT

Belum genap dua belas purnama menjabat sebagai Direktur Utama (Dirut) Bank Pembangungan Daerah Nusa Tenggara Timur atau Bank NTT, Izhak Eduard Rihi, akhirnya dinonaktifkan dari jabatannya dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan dan Luar Biasa yang digelar di kantor Gubernur NTT, Rabu (6/5/2020).

RUPS yang dilakukan secara virtual dan dipimpin oleh Gubernur NTT, Viktor B Laiskodat, sebagai pemegang saham pengendali, memutuskan untuk melakukan penyegaran di tubuh Bank milik masyarakat NTT itu. Pasalnya, Izhak Eduard Rihi tidak mampu melaksanakan tugasnya dengan baik.

“Target laba yang ditetapkan adalah sebesar Rp500 Miliar, namun sampai saat dilakukan RUPS ini capaiannya sangat kecil, tentunya harus dilakukan penyegaran – penyegaran, oleh karenanya RUPS memutuskan untuk menonaktifkan Dirut”, jelas Viktor B Laiskodat, kepada awak media, usai RUPS.

Menurutnya, untuk mempersiapkan Bank NTT menjadi Bank yang hebat maka dibutuhkan keseriusan dan kerja keras.

“Kami membutuhkan kerja-kerja yang lebih ekstrim dan profesional. Apalagi tahun ini, tahun yang sangat sulit. Kalau tidak disiapkan dengan baik maka Bank NTT tidak akan jadi bank yang hebat,” tegasnya.

Dijelaskan pula, aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) lebih ketat yakni pada tahun 2024 nanti modal yang harus disetor sebesar Rp3 Triliun.

“Saat ini Bank NTT kekurangan Rp1,2 Triliun, sehingga perlu ada pekerjaan-pekerjaan yang luar biasa”, katanya.

Selain itu pergantian Dirut, Gubernur Laiskodat juga mengingatkan bahwa angka Non Performance Loan (NPL) atau kredit macet yang mencapai 4 persen lebih berbahaya bagi eksistensi Bank NTT.

“Perlu ada pembenahan-pembenahan dan perlu juga ada tim kerja. Tidak butuh ‘superman’ tapi yang dibutuhkan adalah tim yang super untuk membawa Bank NTT lebih hebat,” imbuhnya.

Untuk mengisi kefakuman jabatan Dirut selama proses pergantian dirut definitif, RUPS LB memutuskan Aleks Riwu Kaho yang sebelumnya Direktur Pemasaran Dana, diangkat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Dirut Bank NTT merangkap Direktur Kredit.

Direktur Pemasaran Dana akan dijabat oleh Absalom Sine yang sebelumnya adalah Direktur Pemasaran Kredit. Sementara, Yohanis Landu Praing dan Hilarius Minggu tetap di posisinya masing-masing yakni Direktur Umum dan Direktur Kepatuhan. Sedangkan Izhak Eduard Rihi akan ditempatkan sebagai Direktur Kepatuhan, apabila Dirut definitif sudah ditetapkan. (MBN01)

Comment

Berita Terkait