Rote Ndao, NTT
Kematian Jekson Ndolu (18) yang diduga diakibatkan oleh kecelakaan lalulintas (laka lantas) Jumat (21/2/2020) lalu, di Foebuen Desa Busalangga Timur, kecamatan Rote Barat Laut, kabupaten Rote Ndao, masih menyisahkan duka yang mendalam dan tanda tanya besar di benak kerabat dan keluarga korban.
Jenasah almarhum telah dikebumikan namun keluarga seakan tak percaya jika Jekson sudah tiada. Markus Ndolu, ayah korban, berlinang air mata menceritakan kronologi kepergian anak bungsunya.
Menurut Markus, pada hari Jumat 21 Februari 2020 sekitar pukul 19:00 WITA Jekson berpamitan kepada dirinya hendak pergi bersama kakaknya ke Danau tak jauh dari tempat tinggal mereka untuk menangkap ikan, namun bukannya pulang membawa ikan, tetapi datang kabar bahwa anak bungsunya dari 10 bersaudara tersebut mengalami kecelakaan dan sementara dalam perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Baa.
“Sebelumnya Dia (Almarhum) tujuannya mau pergi potong ikan di Danau, tapi entah bagaimana dua orang temannya Frit Ndun dan Naldi Sulla mengajak Almarhum untuk pergi ikut acara valentine di Baa berboncengan satu motor, namun setelah pulang dari pesta valentine dan tiba diwilayah Desa Busalangga Timur tepatnya di Foebuen,mereka berhenti sejenak karena bertemu dengan sorang teman.Tapi tiba-tiba katanya ada motor menabrak mereka dari belakang namun anehnya kok motor tidak mengalami kerusakan malah anak saya Jekson yang mengalami memar cukup parah di bagian testa (Kening-red). Aneh pak kok bukan dibagian belakang kepala tapi dibagian wajah dan testa yang mengalami pembengkakan”, ungkap Markus dengan linangan air mata.
Kakak dari almarhum, Yopi Ndolu, menambahkan bahwa sampai saat ini dirinya beserta keluarga belum bisa menerima peristiwa yang dialami adik bungsunya. Dia menduga, adiknya tidak dibawa sampai ke pesta valentine karena sejak kepergiannya sampai meninggalnya almarhum masi mengenakan celana pendek robek-robek karena pamitannya hendak pergi ke danau untuk memotong ikan.
“Kami pasrah dan menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada pihak berwajib, semoga kasus ini dapat diungkap secara terang benderang. Kami butuh keadilan untuk adik kami”, Harapnya.
Kapolres Rote Ndao melalui Kepala Satuan Lalulintas Resort Rote Ndao Iptu Yulius Z.Nalle, yang dikonfirmasi via sambungan telepon selularnya mengatakan, terkait kecelakaan Lalulintas yang terjadi yang mengakibatkan korban Jekson Ndolu meninggal dunia sementara ini masi dalam penyelidikan dan saksi-saksi sementara dalam pemeriksaan.
“Kita masi lidik dan dalam pemeriksaan saksi-saksi, saya belum bisa pastikan ada kejanggalan, karena kita fokusnya ke Laka jadi nanti ada temuan baru maka kita akan limpahkan persoalan ini ke serse,”ungkap Kasat Lantas Yulius Nalle.
Korban Dikenal Ramah dan Baik
Korban yang keseharianya merupakan pelajar di salah satu SMA Negeri di kabupaten Rote Ndao ini dikenal sebagai anak baik yang tidak pernah menyentuh minuman keras (Miras) dan rokok, apalagi ugal – ugalan dengan kendaraan bermotor.
Dia merupakan sosok yang ramah dan baik hati. Sebagai anak bungsu dari 10 bersaudara, Jekson tak sekalipun membantah jika ada yang meminta bantuannya.
Hal ini membuat warga Desa Modosinal merasa kehilangan sosok Jekson. Demikian pula kepala wilayah di daerah itu.
Kepala Desa Modosinal, Efendi Muda ketika ditemui wartawan di kediamannya, selasa (3/3/2020) Pukul 10:27 Wita, mengatakan, ketika Almarhum Jekson Ndolu mengalami musibah, Ia sedang berada di luar daerah, namun karena Ia melihat banyak postingan warga beredar di Facebook, maka Ia menelepon ke pihak keluarga untuk memastikan penyebab kematian almarhum. Pihak keluarga menyampaikan bahwa korban meninggal karena kecelakaan.
Kepala Desa juga merasa sangsi dengan penyebab kematian korban. Dia meminta Polres Rote Ndao agar dapat mengungkap misteri kematian Almarhum Jekson Ndolu dengan terang benderang agar tidak terjadi tanda tanya terus menerus di kalangan Masyarakat terlebih khusus Masyarakat Desa Modosinal dan pihak keluarga.
“Ini anak pendiam, ini anak bukan sama seperti anak-anak lain yang minum minum mabuk (Miras). Tiap hari Dia (Jekson) datang ambil air disini menggunakan motor, jadi saya tau anaknya baik”, kenang Kades. (Rudy Mandala)


Komentar