Tingkatkan ‘Skill’ Tenaga Marketing, Bank NTT Gelar ‘In House Training’

0
44
Bagikan :

Kupang, NTT

PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) menggenjot kemampuan Tim Marketing lewat ‘In House Training’ bersama Markplus, sebuah Perusahan Konsultan Marketing ternama di Indonesia.

Kegiatan tersebut digagas oleh Direktorat Dana Bank NTT dan berlangsung sejak tanggal 17–21 Februari 2020, di aula lantai IV kantor pusat Bank NTT, Jalan W. J. Lalamentik, Kota Kupang. Marketing Bank NTT dari seluruh kantor cabang dilibatkan dalam kegiatan ini.

Direktur Pemasaran Dana, Hary Aleksander Riwu Kaho mengatakan Bank NTT menyadari bahwa saat lembaga keuangan baik bank maupun non bank semakin banyak, serta diikuti dengan kompetisi di dunia perbankan juga semakin kuat.

Oleh karena itu, menurut Riwu Kaho, dengan kondisi tersebut pihaknya butuh tenaga dengan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni. Salah satu caranya ialah dengan model pelatihan dan pendidikan, seperti “In House Training” yang sedang berjalan.

Direktur Pemasaran Dana, Hary Aleksander Riwu Kaho

“Pelatihan ini dengan konsep ‘best practice’ sehingga teman-teman Marketing ketika terjun ke lapangan tidak butuh waktu lama antara teori dan praktek. Dituntut juga memiliki pemahaman terhadap produk dan potensi daerah masing-masing,” jelas Riwu Kaho.

Dia berharap agar para tenaga Marketing dk Bank NTT usai mengikuti pelatihan bisa menambah wawasan, pengetahuan, keahlian di bidang marketing, dan terlebih bisa menambah rasa percaya diri untuk berkinerja yang lebih baik lagi kedepan.

“Selain pelatihan, akan ada model kegiatan lainnya untuk memperkuat SDM seperti magang, studi banding serta konsep lainnya untuk memperkuat kemampuan para tenaga marketing,” jelasnya.

Kepala Divisi Dana, Endri Wardono menjelaskan, materi yang diajarkan adalah semua hal yang terkait dengan dunia marketing termasuk di dalamnya pemetaan (maping) potensi dan teknik berkomunikasi.

Baca Juga:  Pelayanan E-tiketing ASDP Kupang Dinilai Lambat dan Semrawut

“Targer Bank NTT cukup besar untuk tahun 2020 ini yakni Rp3 Triliun. Oleh karena itu, harapan kami dengan pelatihan ini, para marketing bisa ikut berkontribusi untuk pencapaian target,” tandas mantan Kepala Cabang Bank NTT Kefamenanu ini.

Rubah ‘Mind Set’

Fasilitator MarkPlus Institute, Eka Budhiman menjelaskan, di samping melatih tengang bagaimana memperkuat marketing Bank NTT di bidang penjualan, hal utama yang dajarkan adalah tentang bagaimana merubah ‘mind set’ atau pola pikir.

Pola pikir yang dimaksud adalah tentang bagaimana seorang marketing bisa menjadi ‘Sales Hero’ dengan memaksimalkan penjualan, terutama dengan menggunakan strategi marketing yang tepat.

“Jadi yang kami ajarkan adalah ‘soft skill dan ‘hard skill’. Bagaimana cara jualannya step by step, mulai dari mencari ‘customer’, presentasi, serta bagaimana berhadapan dengan keberatan dari nasabah,” jelasnya.

Dia juga berharap agar para Marketing Bank NTT seusai pelatihan bisa semakin baik kinerjanya, terutama dari sisi penjualan agar kedepan Bank NTT bisa lebih maju.

“Pastinya kami mengharapkan agar para marketing bisa memberikan ilmunya untuk kemajuan Bank NTT,” pungkasnya. (MBN01/bn/ Adv)

Bagikan :