Ketua DPRD NTT Himbau Penyelenggara Pemilu Bekerja Profesional

0
1730
Facebook
Twitter
Google+
Pinterest

www.Metrobuananews.com | Kupang – Ketua DPRD NTT, Anwar Pua Geno, menyerukan kepada penyelenggara pilkada yakni KPU dan Bawaslu agar bekerja secara profesional, imparsial dan berintegritas.

Penyelenggara pilkada yang profesional, menurut politisi partai Golkar itu, menjadi salah satu unsur penting dalam pelaksanaan hajatan demokrasi di provinsi NTT.

“Kepada penyelenggara pilkada, KPU, Bawaslu dan Panwaslu agar melaksanakan tugas dan tanggung jawab secara profesional, cepat dan akurat agar melahirkan pemimpin yang berkualitas”, ungkap Anwar usai melantik anggota DPRD pengganti antar waktu (PAW), Senin (25/6/2018).

Selain penyelenggara pemilu, Anwar juga meminta aparat kepolisian dan TNI menjunjung tinggi independensi dan secara maksimal menjamin keamanan, kenyamanan dan keharmonisan masyarakat dalam perhelatan pesta demokrasi.

“Kita berharap tidak terjadi hal – hal yang tidak diinginkan”, pungkas Anwar.

Dia mengingatkan agar dalam masa tenang ini, masyarakat NTT juga harus menciptakan iklim yang kondusif, aman, damai dan sejuk dalam semangat persaudaraan sejati.

“Beda pilihan itu wajar, tetapi persaudaraan itu selamanya sepanjang hayat, karena itu perlu dijaga”, tandas Anwar.

Dia kembali mengingatkan, bahwa empat paslon gubernur dan puluhan paslon bupati 10 kabupaten yang bertarung dalam kontestasi pilkada di NTT adalah putra – putri terbaik NTT, karena itu menurutnya, siapa pun yang mendapat amanah masyarakat NTT harus didukung untuk membangun NTT 5 tahun kedepan.

“Sekarang mayoritas masyarakat NTT demam bola (piala dunia), tapi saya ingatkan tanggal 27 Juni, jam 07.00 sampai 13.00 Wita, yang sudah punya hak pilih harus berbondong – bondong ke TPS di semua desa di NTT untuk menggunakn haknya. Jangan jadi Golput, karena itu merupakan tanggung jawab kita terhadap masa depan daerah ini 5 tahun kedepan”, pinta Anwar Pua Geno.

“Itu adalah harapan saya sehingga masyarakat memiliki andil dalam memilih pemimpinnya dan pemimpin terpilih betanggung jawab terhadap amanat rakyat lewat suara rakyat”, imbuhnya  (MBN01)