oleh

Akhiri Kampanye di Sumba Timur, Benny Litelnoni Tanam 3 Pohon Pisang

Metrobuananews.com | Waingapu – Calon wakil gubernur NTT, Benny A Litelnoni, mengakhiri kampanye paket Harmoni putaran terakhir di Kabupaten Sumba Timur, Rabu (20/6/2018)

Di lokasi terakhir kampanye itu, cawagub Benny Litelnoni, menanam 3 anakan pisang sebagai simbol keberpihakan paket Harmoni kepada petani.

“Kami menutup kampanye di kampung ini. Terima kasih sudah menerima kami di tempat ini. Tentu tempat ini akan selalu saya ingat”, ungkap Litelnoni di ujung pemaparan visi misinya.

Didampingi ketua DPC partai Demokrat Sumba Timur, Ridwan Untono, Sesepuh pulau Sumba,  Eman Babu Eha, dan anggota DPRD Sumba Timur asal partai Demokrat, Yosua Katanga Maujawa, cawagub Litelnoni berjanji, akan kembali menemui masyarakat di perkampungan tersebut, jika paket nomor urut 3 memenangkan kompetisi ini.

Mewakili masyarakat Sumba Timur, Umbu Hinggi Ranja, menyampaikan apresiasi kepada paket Harmoni karena telah hadir sebagai sahabat petani, dan masuk hingga perkampungan serta beridialog dengan masyarakat.

“Kami bangga karena selama ini kami hanya melihat bapak di TV, baliho dll,  tapi hari ini bapak hadir,  kami tidak berjanji tetapi budaya kami orang Sumba siapa yang datang dirumah kami itu yang ada di hati kami”, ungkap Umbu Hingi.

Sementara Anggota DPRD Kabupaten Sumba Timur, Yosua Katanga Maujawa, mengatakan, semua yang menjadi tanggungjawab pasangan calon gubernur dan wakil gubernur NTT, Benny K Harman dan Benny A Litelnoni dalam kampanye telah dilaksanakan dengan baik, karena itu menurutnya, yang tersisa adalah bagian dari pemilik hidup dan kehidupan.

“Hari ini adalah hari terakhir, sebagai manusia kita telah melakukan tugas kita, selebihnya biar Tuhan mengerjakannya. Kita harus amini bahwa perjuangan kita akan sukses seturut dengan kehendak Tuhan”,  tandas Yosua.

Baca Juga:  Masih Ingat Jembatan Palmerah? Benny K Harman Siap Lanjutkan

Sebagai penggagas budidaya pisang sistem kultur jaringan di Sumba Timur, Yosua berharap, jika paket Harmoni diberi mandat oleh masyarakat untuk memimpin NTT 5 tahun kedepan, agar dapat mengembangkan pisang sebagai salah satu penyokong ekonomi petani.

“Pasca serangan hama Jamur Fusarium oxysporum, pisang di wilayah Sumba Timur habis, karena itu buah pisang di Sumba Timur ini didatangkan dari Flores. Sistem ini kami gagas untuk mengembalikan pisang di Sumba Timur”, ungkap Yosua. (MBN01)

 

 

Komentar