Tomas Nagekeo : Politik Uang Hanya Dilakukan Politisi Busuk

0
826

Metrobuananews.com | Nagekeo – Menjelang pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak pada 27 Juni mendatang, para kandidat gubernur dan wakil gubernur serta bupati dan wakil bupati memainkan berbagai strategi untuk meraih simpati massa.

Bahkan santer beredar isu bahwa jelang hari H, akan beredar lembaran – lembaran rupiah untuk “membeli” suara masyarakat. Isu tersebut bertiup hingga pelosok NTT.

Berbagai tanggapan muncul dari masyarakat kelas bawah. Ada yang datar – datar saja, ada yang mengutuk, bahkan ada yang siap bertindak jika para politisi melakukan politik uang.

Di desa Selejo Timur, Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, seorang tokoh masyarakat, Paskalis Gati, dengan tegas mengatakan hanya politisi busuk bermental korup yang akan melakukan politik uang.

“Calon yang beli suara itu perlu diwaspadai. Baru calon saja sudah main uang, kalau sudah jadi ujung – ujungnya pencuri uang rakyat”, ujar Paskalis, saat mengikuti kampanye dialogis paket Harmoni, Selasa (29/5/2018).

Lebih lanjut Paskalis mengatakan, semua orang memang butuh uang tetapi tidak semua orang bisa dibeli.

“Suara kami tidak bisa dibeli dengan apapun, yang kami perjuangankan itu kebutuhan kami di desa”, tegas Paskalis.

Menurut dia, proses jual beli suara dalam kontestasi politik yang lebih dikenal dengan money politik, adalah awal dari kehancuran suatu daerah.

“Kami di sini sebagai orang kecil butuh jalan yang bagus, pertanian, kemudahan untuk mengakses modal usaha, karena itu kami pasti akan pilih pemimpin yang peduli terhadap kebutuhan kami”, jelasnya.

Dikatan pula, sosok pemimpin yang diharapkan untuk memimpin NTT 5 tahun kedepan ada pada paslon nomor urut 3.

“Visi misi dan program paket Harmoni selaras dengan kebutuhan kami, apalagi pak Benny sudah sampai di kampung kami,  ini sebuah kebanggan bagi kami di sini. Kami pastikan tanggal 27 Juni Harmoni menang”, ujarnya bersemangat.

“Kebiasaan kami di Teraboja ini, siap yang sampai di sini maka dia adalah bagian dari kami. Kalau ada yang datang beli suara maka sikap kami adalah terima uangnya jangan pilih orangnya, biar kapok”, imbuh Paskalis. (MBN01)