Ketua MUI Mabar Angkat 3 Jari Kebhinekaan untuk HARMONI

0
455

Metrobuananews.com | Mabar – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Manggarai Barat, H. Amir Faisal Kalelau, begitu terkesan dengan kunjungan pasangan calon (Paslon) Gubernur dan wakil Gubernur NTT 2018, Benny K Harman (BKH) dan Benny A Litelnoni, Minggu (18/2/2018), sehingga dengan ikhlas mengangkat tiga (3) jari atas nama Kebhinekaan, mendukung penuh paket HARMONI.

Menurut Haji Amir, Paket HARMONI yang menjunjung tinggi Kebhinekaan merupakan representasi dari Umat Islam di Manggarai yang terdiri dari berbagai suku.

“Walaupun kami minoritas. Kami ingin NTT lebih maju dan sejahtera termasuk umat Islam di Manggarai”, ungkap Haji Amir.

Masalah kemiskinan di NTT masih begitu akut, karena itu, menurut Haji Amir, sangat dibutuhkan pemimpin daerah yang punya integritas, jujur dan visioner yang dapat melihat NTT secara luas dan tulus untuk membangun NTT.

“Kami tidak butuh pemimpin yang suka menebarkan kebecian. Setelah membanding – bandingkan semua paket yang ada.  Kami lihat program unggulan paket HARMONI sangat relevan,  dan menjadi prioritas, sehingga kami rasa HARMONI lebih pantas pimpin NTT”, tegas Haji Amir.

Pada kesempatan itu Haji Amir mengeluhkan kesejahteraan guru madrasah yang selama ini masih tergantung pada yayasan dan juga beasiswa bagi anak-anak Madrasah.

“Mudah-mudahan kami juga bisa nikmati itu dari Harmoni”, pintanya.

Mendengar pernyataan tersebut, BKH mengatakan, perbedaan tidak untuk dibeda-bedakan. Perbedaan bukanlah sesuatu yang negatif dalam membangun NTT.

“Kita Bhinneka, kita adalah perekat perbedaan itu, kita bisa sama-sama bangun daerah ini tanpa perbedaan SARA”, ujar BKH.

“Kami punya program beasiswa bagi anak SMP, SMA sederajat, tentu Madrasah tercover didalamnya. Kesejahteraan guru menjadi prioritas”, ungkapnya.

Menurut BKH, kesejahteraan guru merupakan salah satu faktor penentu dalam meningkatkan mutu pendidikan di NTT.

“Bagaimana mungkin guru bisa bekerja secara maksimal kalau dirinya tidak sejahtera”, tutup BKH.

Senada disampaikan cawagub Benny Litelnoni, bahwasanya pembangunan bangsa tidak mungkin dilaksanakan oleh satu kelompok saja.

“Kita harus bergandengan tangan tanpa sekat untuk membangun daerah ini”, pungkas Litelnoni.

Lebih lanjut Litelnoni mengatakan, NTT dengan predikat Nusa Tinggi Toleransi, tidak lepas dari campur tangan MUI dan tokoh – tokoh umat lainnya yang selalu memberikan penyegaran bagi umatnya tentang makna kerukunan.

“Kami akan tetap menjaga keharmonisan ini dalam bingkai kebhinekaan”, ungkap Litelnoni. (MBN01)