oleh

Debu Vulkanik Selimuti Dua Kecamatan di Lembata, Warga Mulai Mengungsi

Lewoleba, NTT

Erupsi gunung ile Lewotolok pagi tadi (29/11), pukul 09.45 WITA menyisahkan debu vulkanik dan juga bebatuan yang menyelimuti dua kecamatan di kabupaten Lembata.

Dua kecamatan yang diselimuti debu vulkanik yakni Ile Ape dan Ile Ape Timur, yang berada langsung di lereng gunung ile Lewotolok.

Masyarakat di dua kecamatan tersebut mulai mengungsikan diri secara mandiri ke Lewoleba.

Hujan Debu disertai kerikil, masih terjadi hingga saat ini dibeberapa desa seperti desa Bungamuda, Lamawara, Lamagute, Amakaka, Tanjung Batu dan Waowala.

Kepala Desa Amakaka, Thomas Tiro, ketika dihubungi media ini, meminta agar masyarakat setempat untuk tidak panik dan menggunakan masker serta penutup kepala untuk melindungi diri.

Pihak BPBD kabupaten Lembata, bersama TNI dan Polri setempat, sedang melakukan evakuasi terhadap warga untuk dibawah ke tempat pengungsian yang berada di halaman rumah jabatan Bupati Lembata.

Debu vulkanik, menurut warga Lewoleba, mulai terasa, pasalnya tiupan angin ke arah barat dan mengarah ke pusat ibu kota.

“Sekarang sudah terasa bau belerang dan debu. Sangat menyengat. Kami diminta Pemda untuk tidak keluar rumah dan tetap gunakan masker” Ucap Angel, salah seorang warga Lewoleba.

Debu yang memyelimuti ibukota mengakibatkan jarak pandang hanya sekira 5 meter, oleh karena itu bagi para pengendara untuk selalu hati-hati bila sedang berada dalam perjalanan ke tempat pengungsian atau ke rumah sanak keluarga yang berada di Lewoleba. (MBN01)

Komentar