by

Pemprov NTT Sigap Tangani Penyebaran Covid-19

Kupang, NTT

Sejak merebaknya Corona Virus Disease atau Covid-19 beberapa waktu lalu hingga kini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Tmur (NTT) sangat serius menunjukan keseriusannya menangani wabah yang saat ini disebut pandemi. Pemprov dengan sigap telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah penyebaran virus yang mematikan itu

Pemprov NTT, di bawah ‘komando” Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) telah melakukan berbagai upaya pencegahan, diantaranya pembentukan gugus tugas Covid-19, pengadaan sejulah alat pelindung diri (APD) bagi para dokter dan perawat serta pengalokasian sejumlah anggaran untuk penanganan Covid-19 di Provinsi NTT.

Gugus tugas Covid-19 tidak hanya dibentuk di tinggkat provinsi tetapi juga hingga tingkat kabupaten dan kota se NTT. Bahkan data terkait perkembangan Covid-19 di Provinsi NTT dapat diupdate setiap hari.

Kendati NTT masih tergolong negatif Covid-19, namun Pemprov NTT terus melakukan berbagai upaya pencegahan. Hal ini dimaksudkan agar dapat memutuskan mata rantai penyebaran virus tersebut. Pemprov telah mengeluarkan kebijakan untuk meliburkan semua lembaga pendidikan mulai dari tingkat PAUD hingga SMA/SMK. Selain itu, Pemprov juga mengeluarkan kebijakan bagi para aparatur sipil negara (ASN) untuk bekerja dari dari rumah atau work from home.

Gubernur VBL juga telah mengeluarkan imbauan kepada seluruh masyarakat NTT antara lain : 1). Menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan rajin mencuci tangan di dengan sabun dan di air mengalir, 2). Meningkatkan daya tahan tubuh dengan mengkonsumsi makanan bergizi, istirahat yang cukup, hindari stres dan panik, 3). Menerapkan etika batuk, menutup mulut saat batuk, bersin dan atau batuk dengan tisu atau lengan bagian dalam, 4). Menghindari tempat keramaian atau kerumunan orang banyak, 5). Menjaga jarak (physical distancing) dengan bersentuhan dengan orang lain dengan jaarak 2 sampai 3 meter, 6). Sebisa mungkin melaksanakan pekerjaan dari rumah, 7). Memindahkan setiap aktivitas belajar dari sekolah ke rumah dan memastikan proses belajar dari rumah tetap efektif, 8). Menunda perjalanan dalam atau ke luar negeri, berwisata, pulang kampung, dan sebagainya yang memudahkan penularan, 9). Menunda semua aktifitas atau pertemuan atau sejenisnya yang melibatkan banyak orang, 10). Memantau setiap orang yang baru tiba di wilayah masing – masing, untuk segera melapor diri di puskesmas maasing – masing dan pemerntah setempat, 11). Tidak menyebarkan informasi yang meresahkan masyarakat, 12). Tetap tenang dan tekun berdoa, 13). Segera menghubungi fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala demam lebih dari 38 derajat celcius, batuk, sakit tenggorokan dan sesak napas.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si kepada kepada pers belum lama ini mengatakan, semua kebijakan yang telah diambil Pemprov NTT merupakan upaya untuk mencegah penyebaran Covid-19 di NTT. ”Puji Tuhan sampai saat ini NTT masih negatif corona; kita sama-sama berdoa dan terus patuh terhadap protokol penanganan Covid-19 agar kita tetap bebas dari virus mematikan itu,” ujar Marius.

Sampai dengan Rabu (1/4/2020), pukul 21.00 Wita, sesuai data dari gugus tugas covid-19 jumlah orang dalam pengawasan (ODP) tercatat telah mencapai 609 orang, pasien dalam pengawasan (PDP) dua orang. Sementara yang positif belum ada.
Dari jumlah tersebut, sebaran ODP tertinggi ada di Kota Kupang yakni mencapai 130 orang, selesai masa pemantauan 13 orang, yang menjalani rawat inap di rumah sakit 2 orang, serta yang menjalani karantina mandiri 115 orang.

Jumlah terbanyak kedua yakni kabupaten Sikka dengan jumlah ODP 85 orang. Yang selesai masa pemantauan 20 orang dan sedang menjalani karantina mandiri sebanyak 65 orang. Dari jumlah yang ada, tercatat satu orang diantaranya telah dinyatakan sembuh.

Di urutan ketiga yakni kabupaten Sumba Timur dengan jumlah ODP sebanyak 53 orang. Yang telah selesai pemantauan 11 orang, menjalani karantina mandiri 42 orang. Jumlah ODP saat ini tercatat 42 orang.

Jumlah ODP di kabupaten Sumba Timur justru lebih banyak dibandingkan di Manggarai Barat yang jumlahnya 52 orang. Padahal, Manggarai Barat merupakan daerah pariwisata yang banyak dikunjungi wisatawan asing maupun domestik.

Di Indonesia secara keseluruhan, oleh juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto menjelaskan sampai dengan saat ini tercatat 1.677 kasus positif Covid-19 tercatat di Indonesia. Sebanyak 103 pasien dinyatakan sembuh dan 157 pasien dinyatakan meninggal.

Meski belum dinyatakan sebagai daerah merah kasus Covid-19, namun Pemprov NTT dengan berbagai cara dan upaya terus dilakukan untuk mencegah penyebarannya di NTT. Gubernur VBL bahkan dengan tegas memerintahkan jajarannya untuk serius terhadap persoalan ini.

Semua stakeholder ikut dilibatkan. Lembaga keagamaan, swasta, masyarakat, tokoh adat, aparat TNI dan Polri, semua diajak bergandengan tangan untuk melawan virus yang telah menelan nyawa ratusan ribu penduduk sejumlah negara di dunia itu.

Semua pintu masuk ke NTT baik bandara dan pelabuhan terus diperketat. Untuk itu,Pemprov NTT terus melakukan koordinasi dengan pihak Angkasa Pura dan otoritas pelabuhan khususnya Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) untuk melakukan pengecekan terhadap setiap orang dari luar yang masuk ke NTT.

Langkah preventif juga terus dilakukan sampai dengan saat ini. Penyemprotan disinfektan bahkan dilakukan setiap hari oleh aparat TNI dan Polri. Bilik disinfektan dan peralatan cuci tangan dipasang di setiap area publik seperti hotel dan perkantoran, pelabuhan, Bandara dan semua tempat yang dikunjungi banyak orang.

Tidak hanya itu, Gubernur VBL juga telah memperpanjang libur anak-anak sekolah. ASN pun masih tetap diberlakukan bekerja dari rumah hingga tanggal 21 April 202 mendatang, mengingat jumlab ODP yang terus meningkat setiap hari.
Khusus untuk lockdown bandara dan pelabuhan, justru tidak dilakukan Pemprov NTT. Gubernur VBL dalam sebuah kesempatan belum lama ini secara tegas mengatakan, tidak akan menutup bandara dan pelabuhan, karena Pemprov tidak punya kewenangan untuk itu. “Bandara tidak boleh ditutup, karena itu merupakan kewenangan pemerintah pusat. Sama halnya dengan pelabuhan laut,” tegas Gubernur VBL.

Selain karena kewenangan pemerintah pusat, salah satu alasan mendasar ialah penerbangan menjadi sarana yang penting manakala dibutuhkan distribusi alat pelindung diri (APD), obat-obatan, serta keperluan lain yang berhubungan dengan penanganan covid-19 di provinsi NTT.

Dukungan Dana

Selain berbagai gerakan masif yang telah dilakukan, Pemprov NTT pun tidak main-main soal anggaran. Gubernur VBL bahkan telah mengajukan permohonan dana sebesar Rp104 miliar untuk penanganan Covid-19. Permohonan itu pun disetujui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Timur. Di mata DPRD, anggaran sangat penting untuk mendukung upaya Pemprov NTT menangani “darurat kemanusiaan” covid-19.
“Mayoritas anggota Banggar (Badan Anggaran) dalam diskusi berharap semoga menjadi rujukan pimpinan untuk diskresi khusus soal penganggaran Covid-19,” ujar anggota DPRD NTT, Boni Jebarus.

Anggaran Rp104 miliar itu akan digunakan mendahului pembahasan perubahan. Sebelumnya, Gubernur VBL mengalokasikan anggaran sebesar Rp 60 miliar. Namun karena dianggap belum cukup, maka diusulkan lagi dengan besaran Rp 104 miliar.

Dengan anggaran tersebut, NTT bahkan menjadi salah satu provinsi yang mengalokasikan anggaran sangat besar, khusus untuk penanganan kasus covid-19. Kebijakan anggaran ini pun mendapat apresiasi dari DPRD.

“Walau NTT belum termasuk daerah pandemi Covid-19, namun langkah cepat Gubernur VBL patut diapresiasi. Meski demikian, pengawasan terhadap pengelolaan anggaran ini harus dikawal ketat agar transparan dan tepat sasaran,” ujarnya

Dukungan DPRD NTT

Anggota DPRD NTT juga memberi perhatian serius pada penanganan Covid-19. Sejumlah anggaran yang diusulkan oleh Pemprov NTT juga telah disetujui. Selain dukungan kebijakan,Ketua DPRD NTT, Ir. Emilia Nomleni juga mengunjungi dan memantau kesiapan sekretariat gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 dan rumah sakit rujukan Covid-19.

Dalam kunjungan tersebut, Nomleni yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan NTT mengatakan, sesuai dengan tupoksinya, memberi dukungan penuh kepada pemerintah dalam kaitannya dengan penanganan pandemi Covid-19. “Kami sangat mendukung, ini masalah kemanusiaan. Hitung dan antisipasi semua dampak akibat pandemi ini, jika ada kendala segera komunikasikan,” ungkap Nomleni.

Dia mengingatkan agar dampak ekonomi tidak boleh diabaikan, tetapi harus diresponi secara cepat, mengingat masyarakat NTT masih hidup di bawah garis kemiskinan.

Kesejahteraan dan keselamatan para petugas kesehatan yang menangani pasien juga harus menjadi perhatian. “Mereka harus dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri,” tandasnya. (Advetorial/kerjasama Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT dengan Metrobuananews.com)

Comment

Berita Terkait