by

Cegah Corona, ASN Diliburkan, Karyawan Swasta Digenjot ‘Bos’

Kupang NTT

Ditengah kekhawatiran masyarakat dunia terkait penyebaran virus mematikan bernama Corona, pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur mengambil kebijakan untuk meliburkan semua lembaga pendidikan dan melalukan pengaturan dan penyesuaian sistem kerja Aparatur Sipil Negara, pegawai BUMN, BUMD dan Swasta. Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Gubernur Nusa Tenggara Timur nomor : 443.1/06/BO2.1. tanggal 21 Maret 2020.

Edaran tersebut direspon dengan cepat oleh seluruh pimpinan daerah di provinsi Nusa Tenggara Timur. Seluruh sekolah dan ASN diliburkan atau dengan kata lain “work from home” atau bekerja dari rumah.

Kebijakan tersebut dikeluarkan untuk menghindari berkumpulnya massa dalam jumlah besar guna mencegah penyebaran Virus Corona atau Covid 19.

Namun rupanya kebijakan pemerintah terkait pencegahan penyebaran Covid 19 tidak berlaku bagi karyawan swasta seperti karyawan toko dan lainnya. Para tenaga kerja ini terus digenjot tanpa peduli keselamatan mereka dari serangan Virus Corona.

Media ini mencoba menelusuri beberapa toko dan swalayan di bilangan Tuak Daun Merah (TDM), Senin (23/3/2020). Di sana, para karyawan melayani customer seperti biasa. Ironisnya, ada toko yang menjual masker tetapi para karyawan tidak menggunakan masker.

“Kami tidak libur kaka, klo libur gaji di potong”, pungkas seorang karyawan yang meminta untuk identitasnya tidak dipublikasi.

Disinggung soal penyebaran virus Corona, karyawan ini mengaku sangat khawatir, namun menurutnya dia juga takut kehilangan pekerjaan.

“Takut skali kaka, apalagi kita lihat berita bahwa penyebaran Virus ini terlalu cepat bahkan banyak orang sudah meninggal akibat virus corona. Tapi mau bilang apa, kami makan gaji ni harus patuh dengan perintah Bos”, tandasnya.

Kondisi ini juga dikeluhkan warganet. Akun facebook Eka, menulis keresahanya di group VLBB terkait karyawan swasta yang terus dipekerjakan ditengah merebaknya Virus Corona.

“Semua lockdown..trs yg pegawai swasta donk tdk lockdown.kita boleh mawas diri dirumah, tp adik2 kita yg bekrja swasta ttp keluar trs pulang kerumah tanpa kita tau bgmn pertemuan mereka di tempat kerja. kira2 bgm tanggapan saudara2”, tulis Eka di VLBB.

Kasus Virus Corona bagi karyawan swasta ibarat makan buah simalakama. Oleh karena itu, pemerintah diharapkan tegas dalam mengambil kebijakan soal penanganan penyebaran Covid 19, mengingat Indonesia merupakan negara dengan jumlah angka kematian urutan kedua setelah Italia, akibat Virus Corona. (MBN01)

Comment

Berita Terkait