by

Bendahara Taidalek “Mabuk” ‘Anggur Merah’, Warga Minta Diaudit

Rote Ndao, NTT

Anggur merah memang menggiurkan. Namun jika terlampau banyak menenggak pasti memabukan. Demikian halnya dengan Dana Anggur Merah yang pernah digelontorkan pada masa pemerintahan Gubernur Frans Lebu Raya ke Desa Maubesi, Kecamatan Rote Tengah, Kabupaten Rote Ndao, ternyata membuat bendahara kelompok “mabuk kepayang” sehingga Rp76 juta dihabiskan tanpa pertanggungjawaban yang jelas.

Dana yang dikucurkan diharapkan mampu mendongkrak ekonomi masyarakat, namun prakteknya berbanding terbalik dengan tujuan mulia program tersebut.

Ketua kelompok Anggur Merah Desa Maubesi, Petrus Victor Fanggidae kepada wartawan Senin (16/3/2020) Pukul 14:31 Wita mengatakan, Dana Anggur Merah yang diperoleh Desa Maubesi sejak tahun 2014 sebesar Rp250 juta, pada tahun 2016, atas kesepakatan bersama Anggaran tersebut dialihkan menjadi dana awal koperasi simpan pinjam yang diberi nama Koperasi Anggur Merah Taidalek.

“Semua berjalan lancar namun pada tahun 2018 mulai terjadi kemacetan sehingga laporan akhir tahun jatuh pada bulan Januari 2019”, jelas Petrus.

Lebih lanjut Petrus mengatakan, setelah dilakukan perhitungan ternyata terdapat kekurangan sebesar Rp76 juta yang tidak bisa dipertanggungjawabkan oleh Bendahara Koperasi, Aisah Kiah.

“Setelah temuan uang Rp76 juta tersebut, Aisah ada kasi Dia punya sertifikat tanah sawah satu bidang dengan dia punya mobil, tetapi karena di BPKB mobil tersebut tercantum nama suaminya maka jaminan mobil tersebut dibatalkan dan diganti dengan satu bidang tanah lagi namun hingga saat ini sertifikat dari tanah tersebut Dia (Aisha) belum serahkan”, jelas Petrus.

Petrus berharap Aisah segera mengembalikan dana tersebut atau menyerahkan sertifikat tanah pengganti BPKB mobil yang sudah dikembalikan, karena menurutnya jika jaminan tersebut tidak segera diserahkan maka pihaknya akan mengambil langkah lain.

Seorang warga yang tidak mau identitasnya dipublikasi, meminta pihak kepolisian dan kejaksaan untuk segera mengaudit badan pengurus Koperasi Anggur Merah Taidalek, terkait pengelolaan keuangan koperasi.

“Uang ini seharusnya digulir, sehingga semua masyarakat bisa menggunakannya untuk meningkatkan ekonomi mereka, bukan digunakan oleh orang tertentu”, ungkapnya.

Sementara itu, Bendahara Koperasi Anggur Merah Taidalek Desa Maubesi, Aisha Kiah, saat dikonfirmasi wartawan di kediamannya, mengaku jika ada dana yang ludes terpakai sebesar Rp76 juta, sehingga pihaknya telah membuat pernyataan untuk mengganti kembali dana tersebut. Oleh karena itu, menurutnya tidak ada persoalan dalam pertanggungjawaban keuangan.

“Kejanggalan dalam hal apa nyatanya beta (saya) sudah buat pernyataan masih kurangnya apa? eh pak kalau masalah itu Beta sonde (tidak) bisa jelaskan biar dua orang wartawan, tapi Beta tidak bisa jelaskan Beta suda pake uangnya atau apa, karena kami sudah ada penyelesaiannya secara ini.. apa itu, di Kantor Desa. Beta sonde mau omong bukan berarti Beta mengelak, sonde perlu tanya bahwa itu uang itu Beta apakan, karena Beta siap untuk ganti”, ujar Aisah ketus, kemudian pergi meninggalkan wartawan. (Rudy Mandala)

Comment

Berita Terkait