Bahorok (Pukul Kaki), Tradisi Unik di Pulau Rote

0
71
Bagikan :

Rote Ndao, NTT

Bahorok atau pukul kaki merupakan suatu atraksi budaya yang cukup unik dan secara turun temurun dilestarikan oleh masyarakat di pulau Rote.

Selain unik, tradisi ini juga terkesan cukup memacu adrenalin. Betapa tidak, di dalam pagelaran budaya bahorok, para peserta saling memukul kaki (betis) menggunakan rotan.

Tradisi “pukul kaki” biasanya diawali dengan tarian. Peserta ‘pukul kaki’, menari sambil membawa rotan diiringi dentuman musik gong.

Tarian yang dibawakan adalah tari perang atau kaka musuh.

Para peserta yang menari kaka musuh wajib menggunakan pakaian adat, (selimut dan ti’ilangga).

Usai menari, secara bergantian para peserta akan saling memukul kaki pada bagian betis. Hal itu dilalukan sekuat tenaga hingga ada yang terluka dan berlumuran darah.

Bahorok ini biasanya dilakukan saat pesta perkawinan, acara kematian dan pesta adat lainnya.

Penjabat Kepala Desa Daiama, Fester mesakh, kepada wartawan menjelaskan, Bahorok merupakan budaya Rote yang memiliki makna filosofis yang tinggi yakni menggambarkan semangat juang masyarakat Rote khususnya kaum pria.

“Ketika pukul kaki dan ada yang berdarah maka mereka (peserta) akan lebih bersemangat”, jelas Fester.

Selain itu, lanjut Fester, ada pesan moral tentang sikap penuh tanggung jawab terkandung di dalam atraksi budaya Bahorok.

“Berani memukul maka harus siap dipukul”, ungkapnya.

Menurutnya, pemerintah akan terus berupaya untuk melestarikan kekayaan budaya yang dimiliki wilayah terselatan NKRI ini.

Sementara itu, seorang peserta Bahorok, Sepri Lauwoe, mengaku sangat senang bisa memgambil bagian dalam kegiatan bahorok.

“Sekilas kita lihat agak ngeri tapi dapat menyambung tali persaudaraan. Saya sangat senang karena ini juga sudah jadi hobby saya”, ujar Sepri.

Senada, Meksi Klas, mengatakan, ketika bunyi gong irama kaka musuh terdengar, maka ia tak sabar untuk masuk arena pukul kaki.

Baca Juga:  Labuan Bajo Ditetapkan Jadi Tuan Rumah Rakernas XVIII HPI

“Kalau tidak pukul kaki maka pulang acara pasti menyesal”, ujarnya sambil menunjukkan bekas pukulan yang ada di kakinya.

Menurutnya Meksi, budaya unik ini harus dipertahankan karena merupakan aset daerah khususnya dalam bidang pariwisata sebab memiliki daya tarik yang sangat kuat.

“Jika dikolaborasikan dengan keindahan alam pulau Rote, maka akan menjadi magnet yang dapat menarik wisatawan masuk ke Rote Ndao”, pungkasnya. (Mekoz/ MBN01)

Bagikan :