Humaniora

Biaya Pendidikan Putri Dikson Thon Ditanggung Pertina NTT

Bagikan :

Kupang, NTT

Masih ingat nama Dikson Thon? Dia adalah salah satu petinju legendaris asal Buraen, kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, yang pernah mengukir prestasi gemilang dengan meraih medali Emas pada PON XV di Surabaya, tahun 2000.

Setelah mengakhiri kariernya sebagai petinju, Dikson dan keluarganya pindah ke Jakarta. Di sana, pahlawan tinju asal NTT ini memulai kehidupan baru.  Untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya, Dikson melakoni profesi sebagai security di perusahaan swata.  Tak hanya itu, bermodalkan ketangkasan bertinju, Dikson pernah bertaruh nyawa menjadi debth collector. Hingga 29 Maret 2019, Dikson Ton,  menutup usia, meninggalkan satu orang istri dan 3 orang anak.

Istri almarhum Dikson Thon, Rachel Rohayati Thon, kepada metrobuananews.com, di Kupang, Selasa (16/7/2019) mengatakan, Ia merasa sangat terpukul dengan kepergian suaminya (Dikson, red) ketika itu. Betapa tidak, sebagai single parent, Ia harus menjadi ibu sekaligus ayah bagi anak – anaknya.

Dalam keterpurukannya, Persatuan Tinju Amatir (Pertina) Nusa Tenggara Timur (NTT) memberikan dukungan moril terhadap keluarga Almarhum Dikson Thon.

“Waktu itu pak Sam Haning Hadir dalam upacara pemakaman suami saya, beliau janji tanggung biaya pendidikan anak pertama saya, dan saya sangat berterimakasih karena hari ini janji itu ditepati”, ujar Rachel berkaca – kaca.

Sementara itu, Sonia Thon, putri pertama Dikson Thon (alm), berjanji akan giat belajar untuk menjadi anak yang baik di massa yang akan datang.

“Cita – cita saya menjadi dosen”, ujar gadis kecil Sonia.

Di tempat yang sama, Ketua Pertina NTT, Samuel Haning, SH. MH, mengatakan, sebagai ketua, pihaknya mengemban tanggung jawab terhadap semua atlet tinju, apalagi yang telah mengukir prestasi gemilang bagi olahraga tinju di NTT.

Baca Juga:  Gubernur NTT : Saya Ingin Juara Dunia Tinju Lahir di Kupang

“Pertina mengurus segala sesuatu, segala biaya kami yang tanggung, baik biaya sekolah maupun biaya hidup kami tanggung hingga selesai pendidikan anak ini”, ungkap Sam Haning.

Bahkan menurut Sam Haning, Sonia Thon akan tinggal di rumahnya selama mengenyam pendidikan, baik SMA maupun Perguruan Tinggi.

“Dia (Sonia, red) minta jurusan IPA, jadi kami setuju. kami urus dari SMA hingga selesai S-1. tapi kalau dia masih mau kuliah, kami akan urus S-2 nya, dia juga bisa sambil kerja untuk bantu adik – adiknya kalau sudah lulus S-1”, jelas Ketua yayasan UPG 45 ini.

Sebagai bukti komitmennya, Samuel Haning, mempertemukan keluarga Alm, Dikson Thon, dengan ketua umum Pertina Indonesia, Brigjen. Pol. Drs. Johanis Asadoma, S.I.K., M.Hum. (MBN01)

34 Views
Bagikan :