852 Pengusaha Kecil di Rote Manfaatkan KUR BRI, Bunga Hanya 0,35 Persen

0
114

Rote Ndao, NTT

Komitmen pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan tidak hanya bualan belaka. Hinggga Mei 2019 tercatat 852 pengusaha kecil di kabupaten Rote Ndao, memanfaatkan dana  Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Rakyat Indonesia (BRI).

KUR BRI adalah solusi pembiayaan usaha kecil dan menengah (UMKM) dari pemerintah sejak tahun 2016 hingga tahun 2019. Kepala BRI Unit Ba’a Rote , Radji Wijayanto, kepada metrobuananews.com menjelaskan, hingga Desember 2018, dan KUR yang sudah dikucurkan ke para pengusaha kecil di kabupaten Rote Ndao sebesar  Rp.10,3 Miliar dengan jumlah nasabah sebanyak 770 nasabah.

”Sampai Mei 2019, jumlah nasabah sudah meningkat hingga 852, dengan anggaran sebesar  Rp.11,9 Miliar, ini menunjukan bahwa ada peningkatan sebesar 1,6 persen”, jelas Widjayanto.

Lebih lanjut Wijayanto mengatakan, masyarakat Rote Ndao mayoritas petani oleh karena itu dana KUR di Kabupaten Rote Ndao, 80 % diarahkan ke usaha di sektor pertanian dan peternakan. Dia menghimbau masyarakat Rote Ndao yang memiliki jiwa enterpreneurship tetapi kekurangan modal usaha bisa memperoleh pinjaman modal usaha dengan bunga yang sangat rendah, yakni 0,35 %.

“Untuk KUR ini kita mendorong masyarakat jangan segan – segan untuk  bisa langsung datang ke BRI, atau bisa bertanya kepada petugas BRI dimana saja, informasi tentang KUR.  kami membuka diri”, katanya.

Dijelaskan pula bahwa, tujuan KUR adalah memberikan akses kredit, inklusi keuangan kepada pengusaha kecil dan menegah yang selama ini tidak bisa mengambil kredit ke Bank.

“Syarat untuk memperoleh pinjaman sangat mudah, syarat administrasi tentinuta, seperti KTP yang menunjukan kita adalah warga Negara yang memiliki dokumen kependudukan, dan syarat usaha yakni surat keterangan usaha dari pemerintah setempat yang menunjukan bahwa yang bersangkutan telah menekuni usahanya selama minimal 6 bulan, itu saja kok”, jelas Wijayanto.

Dia berharap, masyarakat dapat memanfaatkan dana KUR untuk mengembangkan usaha mereka, dan sebisa mungkin menghindari pinjaman di tempat  yang bunganya sangat  mencekik. (MBN01)