Bupati Paulina Letakan Batu Pertama Rumah Layak Huni di Papela

0
180

Rote Ndao, NTT

Bupati Rote Ndao, Paulina Haning Bullu,  melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah layak huni di desa Papela, kecamatan Rote Timur. Pembangunan rumah layak huni tersebut merupakan penjabaran dari visi misi bupati dan wakil bupati Rote Ndao,  yang tertuang dalam  anggaran pendapatan dan belanja desa se – kabupaten Rote Ndao tahun anggaran 2019.

Bupati Rote Ndao,  Paulina Haning Bullu, saat melakukan peletakan batu pertama di dusun  Analaso,  desa Papela,  kecamatan Rote Timur,  menyampaikan apresiasi kepada para kepala desa yang ikut menyukseskan program ALADIN yang di canangkan bupati Rote Ndao. Dia menjelaskan tahun 2019  sekitar seribu  seratus sembilan puluh rumah tidak layak huni  yang di bangun dengan menggunakan dana desa. Sementara dari APBD kabupaten Rote Ndao pemerintah meluncurkan empat ratus dua puluh lima rumah.  Dengan demikian tahun anggaran 2019 sekitar seribu enam ratusan rumah tidak layak huni dibedah menjadi rumah layak huni.  Dia berharap lima tahun ke depan,  tidak ada lagi rumah tidak layak  huni di Rote Ndao.

”Mudah – mudahan lima tahun kedepan bisa menutupi rumah – rumah yang tidak layak yang ada di kabupaten Rote Ndao. Ini baru apbd dan APBDes, saya tidak berbicara tentang DAK, karena DAK itu juga ada, loprinya sudah ada. Harapan kedepan, kiranya masyarakat mendukung, sehingga misalnya target pekerjaan satu bulan tapi bisa selesai dalam setengah bulan”, ujar Paulina.

Sementara itu, ketua DPRD Rote Ndao, Alfred Saudila, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah, terkait program  ALADIN yang bersentuhan langsung dengan masyarakat miskin. ”DPRD memberikan dukungan penuh sekaligus memberikaan apresiasi kepada pemerintah kabupaten Rote Ndao, terlebih dukungan kepada Bupati Rote Ndao, ibu Paulina Haning Bullu yang telah mencanangkan program ALADIN yang sangat menyentuh kepada masyarakat. Oleh karena itu, DPRD memberikan proficiat dan dukungan penuh kepada pemerintah, oleh karena itu kami mengharapkan pengawasan penuh oleh masyarakat”, tegas Alfred Saudila. (MBN01)