Humaniora

Cinta Seorang Ibu, Kesampingkan Ego Sebuah Jabatan

Bagikan :

Rote Ndao, NTT

Setinggi – tingginya jabatan seorang perempuan, tidak akan merubah kodratnya sebagai seorang ibu, jika ia benar seorang ibu yang juga lahir dari rahim seorang ibu.

Ibu, identik dengan cinta,
Ibu, adalah induk dari kasih sayang,
Ibu, rela “mengikat perut” jika makanan hanya cukup untuk anak – anaknya,
Ibu adalah “makluk aneh” yang tidak peduli dengan dirinya, asalkan anak – anaknya tersenyum bahagia.

Hari ini, untaian kalimat indah tentang ibu, terpampang nyata, saat mobil dengan nomor polisi DH 1 VB, yang di dalamnya ada seorang ibu, melaju kencang dari desa Daiama kembali ke kota Ba’a, tiba – tiba berhenti tepat di samping beberapa anak sekolah dasar yang rupanya baru pulang sekolah. Aturan tentang protokoler dikesampingkan. Cinta seorang ibu, melampaui ego sebuah jabatan.

Seketika pintu mobil terbuka dan anak – anak itu disuruh masuk. Tampaknya mereka sedikit ragu. Betapa tidak, yang ada di dalam mobil itu adalah ibu dari seluruh masyarakat Rote Ndao. Paulina Haning Bullu, Bupati perempuan pertama di Nusa Tenggara Timur.

Tanpa basa – basi, anak – anak itupun masuk ke dalam mobil walau nampak canggung. Tak ada percakapan serius di sana. Sang Bupati hanya menanyakan keseharian anak – anak itu. Dengan polos mereka bercerita, jika setiap hari mereka harus menempuh jarak sekira 5 km dengan berjalan kaki untuk bersekolah. Bahkan untuk menjaga kesehatan dan energi, mereka selalu membawa bekal berupa jagung atau ubi (singkong, red)

Selang beberapa menit, salah seorang diantara mereka menghentikan mobil. “Mama, katong turun di sini”, pintanya. Mobil pun berhenti. Sambil mengucapkan salam dan mencium tangan Bupati, anak – anak itu berpamitan. “Hati – hati ya, jaga kesehatan dan rajin sekolah ya”, ujar Ny. Paulina Haning Bullu, sambil mengusap kepala anak – anak itu.

Baca Juga:  Uskup Weetebula Mendoakan BKH - Litelnoni Sebagai Bentuk Restu

Bocah – bocah itu berhamburan keluar sambil melambaikan tangan, sementara mobil sang Bupati dan rombongan yang baru saja melakukan kunjungan kerja di daerah Bakarolean, desa Daiama, kecamatan Rote Timur, melaju kencang, kembali ke ibukota kabupaten Rote Ndao. (MBN01)

6 Views
Bagikan :