Elar Selatan, Andre Agas dan Negara yang Hilang

0
568
Bagikan :

Penulis :  Wawan Tala 

Anggota Komunitas Dialektika Kupang, Mahasiswa Fisip Undana

Pemilihan Kepala Daerah sudah berlalu. Pelantikan secara sahpun sudah dilakukan. Gonta ganti Operasi Perangkat Daerah (OPD) pula sudah dilakukan. Kini, Andreas Agas dan Stefanus Jaghur sedang membuat gebrakan baru di Kabupaten Manggarai Timur. Meski petahana, sebelumnya menjabat sebagai Wakil Bupati Matim Selama dua periode, Ande Agas diangap akan soal pelik, derita lama yang selalu menjadi obrolan pahit masyarakat Kabupaten Manggarai Timur. Terhitung, minimal tiga soal, yang hemat penulis masih menjadi angan-angan bagi Kabupaten diujung Timur Nucalale ; pertama soal infrastruktur, kedua soal air bersih dan ketiga soal listrik. Tanpa bermaksud menafikan kebutuhan yang lain, paling tidak, dalam kaca mata penulis tiga soal pelik itu yang selama ini masih dijeritikan oleh ragam komentar masyarakat baik di bincang bagi sebelum berangkat kerja, dipasar, maupun dalam jagat maya (social media). Langka perdana Ande Agas selaku Bupati manggarai Timur dengan merubah Kepala Dinas, rupanya mesti dibaca sebagai upaya untuk merubah manajemen pelayanan bagi masyarakat. Sejau ini, agak sulit bagi penulis memberi label Ande Agas sedang melakukan politik balas jasa karena dua soal; pertama, orang-orang yang dilantik menjadi kepala dinas, bukan orang yang selama massa kampanye seirama dengan dia. Kedua, orang-orang yang dilantik menjadi kepala dinas beberapa waktu lalu, dalam pandangan penulis mampu dibidangnya masing-masing. Sebagai contoh, sejak saban hari dilantik jadi kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Basilius teto, yang sebelumnya menekuni Dinas Koperas, Perindustrian dan Perdagangan sanggup merdam soal pelik yakni urusan Tenaga Pendidik, Honorer yang selama ini masih menjadi pekerjaan rumah. Sekali lagi, itu pujian seklaigus ujian, yang hemat penulis harus dibuktikan dengan realisasi nyata bahkan pada Dinas-dinas lain di Manggarai Timur.

Baca Juga:  Kartu Petani Sejahtera Bukan Sebuah Kejutan, tapi Mengapa Mengejutkan?

Negara yang hilang di Elar Selatan
Elar Selatan, adalah bagian dari Manggarai Timur. Sebagai entitas yang tak mungkin lepas, Elar Selatan pun turut menyumbang ragam komoditas lokal bagi Manggarai Timur. Sejak kepemimpinan Yosep Tote, dua periode, Elar Selatan sama sekali kurang mendapat perhatian yang layak dari segi infrastruktur jalan. Penulis berasal dari Elar Selatan, sebuah kecamatan diujung Timur Manggarai Timur yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Ngada. Fakta selama ini, bagi kebanyakan orang tua di Elar Selatan, salah satu nama dari pemimpin Manggarai yang layak dikenang adalah Gaspar Parang Ehok. Alasannya jelas, dari sekian banyak nama Bupati, yang sanggup membuka keterisolasian sampai di Elar Selatan adan Gaspar.
Sampai pada titik ini, penulis ingin menyampaikan argumentasi, bahwa memang selama I ni Negara sama sekali tidak hadir di Elar selatan dalam kapasitas pembangunan jalan raya. Kondisi riil disana, masyarakat selama inilebih memilih untuk melewati kabupaten Ngada jika ingin ke ibukota Kabupaten Manggarai Timur karena kondisi jalan raya yang sangat memperihatinkan.

Pada pesta demokrasi kali lalu, pasangan Agas Andreas dan Jaghur Stefanus (ASET) menang dengan raihan suara 46.538 suara atau 32,58% (infopemilu). Data yang dilansir dari info pemilu, pada tahun 2018 kemari pengguna hak pilih dari Elar Selatan ini sebanyak 9.690, partisipasi 81,6%. Suara sah 9.538 sedangkan suara tidak sah 152. Dikecamatan Elar Selatan Ande Agas dan Jaghur Stefanus(ASET) memperoleh suara 2.706, artinya masyarakat Elar Selatan mempunyai harapan yang besar kepada Ande Agas dan Stefanus Jaghur untuk membawa masyarakat Elar Selatan keluar dari terisolasian. Sudah banyak janji-janji yang diberikan oleh para elit politik namun tidak terealisasi janji-janji tersebut. Untuk diketahui, Elar Selatan dikenal sebagai salah satu lumbung pangan karena di wilayah ini terdapat areal persawahan dengan irigasi teknis yakni dataran Gising. Selain itu juga, wilayah ini dikenal sebagai wilayah penghasil kopi. Namun dengan keadaan infrastruktur yang tida memadahi ini membuat tingginya tariff angkutan yang berdampak pada rendahnya harga hasil panen petani setempat. Oleh karena itu masyarakat Elar Selatan sangat menaruh harapan yang besar kepada Ande Agas untuk membenahi infrastruktur Elar Selatan.
Sebagai generasi muda Elar Selatan, data dukungan kepercayaan masyarakat Elar Selatan kepada Ande Agas menjadi bahan rujukan bagi penulis untuk selalu mengkritisi dan meminta realiasi dari janji selama kampanye. Harapan penulis, kehadiran Ande Agas dapat meru bah ketertinggalan dan keterisolasian Elar Selatan yang miskin karena tidak dijamah Negara namuin kaya dalam langgam komoditas lokal.

Baca Juga:  Benarkah Pemuda Independen Menulis Opini ?

Elar selatan
Kecamatan elar selatan merupakan salah satu kecamatan yang berada di plosok kabupaten manggarai timur . sebanyak 13 desa atau kelurahan di kecamatan yang berbatas dengan kabupaten ngada ini turut berpartisipasi dalam setiap pesta demokrasi yang diselenggarakan/ pemilihan bupati. namun kecamatan tersebut masih terisolasi. Tak ada jaringan jalan yang layak digunakan untuk memudahkan mobilitas warga menuju pusat pelayanan public di borong. (Konten menjadi tanggung jawab penulis) 

 

Bagikan :