Ratusan Rumah Warga di Kupang Hancur Diterjang Angin Puting Beliung

0
957

Kupang, NTT

Sebanyak 161 rumah warga dan kost-kostan di kelurahan Liliba, kecamatan Oebobo dan kelurahan Penfui, Kecamatan Maulafa Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) hancur diterjang angin Puting Beliung, Kamis (28/02/2019) sekira pukul 14.45 Wita.

Seorang saksi mata, Juanikos Belo, kepada metrobuananews.com di tempat kejadian perkara (TKP) mengatakan, awalnya muncul angin kencang dari arah selatan sekitar wilayah Penfui bertiup melingkar ke arah barat kemudian memutar ke arah utara dan tiba – tiba menerjang rumah warga di seputaran Kelurahan Liliba.

“Pas kejadian saya ada di rumah, saya kaget seng semua terbang ke udara, pohon – pohon patahnya dari tengah, tidak tercabut, setelah anginnya redah baru hujan”, jelas pria yang juga merupakan ketua RW 09 Kelurahan Liliba itu.

Terpisah, seorang mahasiswa, Aris Aji, mengatakan saat kejadia Ia sedang mengerjakan tugas kuliah di dalam kamar kostnya, tiba – tiba terdengar bunyi seperti tembakan meriam disusul atap kost terbongkar diterjang angin kencang.

“Saya lari keluar kamar, teman – teman yang lain juga berhamburan mencari tempat berlindung, serelah itu disusul hujan deras, barang elektronik kami seperti laptop dan lainnya hancur semua, ada juga sepeda motor teman yang rusak kena material”, jelas Aris.

Selain kerugian materil, Aris juga mengatakan ada seorang temannya juga terluka dan dilarikan ke rumah sakit.

Sementara Itu, Lurah Liliba, Viktor A. Makoni, menjelaskan untuk kerusakan yang terjadi akibat angin puting beliung di kelurahannya berjumlah 143 rumah warga dan kost-kostan.

“Kami sedang melakukan identifikasi sehingga belum bisa memastikan jumlah surak berat dan ringan”, katanya.

Dia mengatakan, saat ini pihaknya bersama petugas gabungan dari BPBD kota Kupang, Tagana dan Dinas Sosial bersama warga masih bergotong royong untuk membersihkan puing – puing.

“Dari Dinsos juga sudah membuka posko untuk warga dan anak – anak kost yang kehilangan tempat tinggal”, jelasnya.

Terpisah, Lurah Penfui, Fransiskus Dugis, mengatakan, jumlah kerusakan yang terjadi di wilayah kelurahan Penfui sebanyak 18 rumah warga dan kost-kostan.

“Kerusakan semua berjumlah 18 rumah diantaranya rumah warga dan kos-kosan”, ungkap Dugis. (MBN01)