Festival Sarung NTT Digelar 2 Maret, Kaum Disabilitas Dilibatkan

0
109

Kupang, NTT

Sebagai upaya promosi tenun ikat Nusa Tenggara Timur (NTT), Dewan Kerajinan Nasional Daerah ( Dekranasda) Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar Festival Sarung NTT di area car free day (CFD), Sabtu, (2/3/2019).

Ketua Dekranasda NTT, Julie Soetrisno Laiskodat, saat konfrensi pers di kantor Gubernur NTT, Senin (25/2/2019) mengatakan kegiatan tersebut akan melibatkan 10 ribu peserta dengan rincian perangkat daerah provinsi NTT 2000 orang, perangkat daerah kota Kuoang 500 orang, TNI/Polri 500 orang, organisasi wanita 500 orang, kelompok etnis 300 orang, BUMD/BUMN 700 orang, serta pelajar/ mahasiswa 5000 orang. Semua peserta diwajibkan mengenakan baju kaos putih dan sarung tenun NTT.

“Ingat, Sarung bukan rok atau celana. Yang tidak pakai akan saya usir dari area CFD”, tegas Julie.

Selain peserta dari instansi pemerintahan dan pendididikan, Julie mengatakan, pihaknya juga memberi kesempatan kepada kaum disabilitas untuk ikut dalam dalam festival tersebut.

“Kita ini sama di mata Tuhan, karena itu mereka (kaum disabilitas) juga harus diberi ruang untuk ikut membangun NTT lewat promosi tenun ikat”, kata Julie Laiskodat.

Kegiatan akbar tersebut bertujuan untuk menunjukan kepada publik bahwa NTT kaya akan budaya, khususnya kain tenun ikat.

“Beberapa kegiatan yang akan digelar dalam Festival tersebut yakni 1.800 pelajar akan membawakan tarian masal Flobamora seperti Ngawi, Dolo – dolo Ja’i dan Tebe. Selain itu ada paduan suara pelajar, musik tradisional dan olahraga bersarung, dan bazaar makanan aneka kelor oleh UMKM”, jelas Julie.

Julie Laiskodat berharap, Festival Sarung tersebut dapat mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat khususnya penenun. Selain itu menurutnya kegiatan Festival kali ini merupakan pilot project yang kedepannya akan dijadikan festival tahunan yang dapat menjadi agenda pariwisata daerah.

“Tenun ikat harus berkibar di kancah Nasional maupun Internasional”, tekad Julie. (MBN01)