Paulina Haning Bullu, Bupati Perempuan Pertama Dalam Sejarah Provinsi NTT

0
8744

Kupang, NTT

Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akan mencatat sebuah sejarah baru tentang sosok perempuan pertama di NTT yang akan berkiprah sebagai Bupati di Kabupaten Rote Ndao, lima (5) tahun ke depan.

Paulina Haning Bullu, demikian nama lengkap Bupati perempuan pertama di NTT yang terpilih pada pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak, 27 Juni 2018 lalu, menyingkirkan 3 paket rival politiknya yang notabene semuanya laki – laki. Hal ini menunjukan bahwa perempuan jangan dianggap sebagai makhluk lemah, karena sebenarnya di situ letak kekuatan perempuan.

Memang harus diakui, bahwa untuk mencapai posisi tersebut tidaklah mudah. Kendati R A Kartini telah begitu gigih memperjuangkan emansipasi wanita, namun kesenjangan antara laki – laki dan perempuan masih begitu terasa.

Ketika mendaftarkan diri sebagai calon bupati Rote Ndao, begitu banyak sindiran bahkan cercaan harus diterima Paulina, lantaran Ia adalah seorang perempuan.

“Masa perempuan pimpin Rote? Perempuan itu lemah, tidak bisa pimpin Rote. Perempuan tugasnya urus tacu (kuali) dan periuk saja. Rote identik dengan Ti’i Langga, masa perempuan pakai Ti’i Langga. Masih banyak lagi kalimat satire yang santer ditujukan kepada “Sang Kartini NTT” ini untuk melemahkannya.

Kendati demikian, Paulina tidak kemudian menjadi ciut. Hujatan dan cercaan dijadikan motivasi. Didamping calon wakil bupati, Stef Saek, Srikandi Rote Ndao ini terus berjuang dengan ketulusan dan kelembutan seorang ibu.

Tanggal 27 Juni, istri dari Leonard Haning (Ba’i Le), Bupati dua (2) periode di kabupaten Rote Ndao ini, membuktikan bahwa perempuan bisa berdiri sejajar dengan kaum pria, sekaligus menoreh sejarah sebagai Bupati perempuan pertama di NTT.

Dengan demikian, Paulina Haning Bullu merupakan satu (1) dari deretan 14 perempuan tangguh yang terpilih sebagai kepala daerah di Indonesia, baik sebagai Bupati, Wali Kota, maupun Gubernur.

“Selamat untuk mama Paulina yang akan dilantik pada tanggal 14 Februari 2019. Terima kasih untuk semua masyarakat Rote Ndao yang kembali mempercayai orang tua kami memimpin Rote Ndao tercinta”, ungkap Boniek Sanggatian Saudale, seorang kerabat dekat Paulina Haning Bullu, kepada metrobuananews.com, Minggu (10/2/2019)

Dia berharap situasi politik yang sempat mengkotak – kotakan masyarakat Rote Ndao saat proses Pilkada kemarin, dapat dilebur agar saling mendukung membangun Rote Ndao. (MBN01)