Biaya Sewa Bank NTT Semau Terkuak, Puluhan Juta Mubazir

0
178

BPKAD Kabupaten Kupang Ungkap Anggaran Sewa Pakai

Kupang, NTT

Fakta tentang besaran anggaran yang digunakan sebagai biaya sewa pakai Bank NTT Semau yang selama ini terkesan ditutup – tutupi akhirnya terkuak.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Kupang ( BPKAD), Krispinianus Patmawan, mengungkapkan kantor Bank NTT Cabang Semau itu berstatus sewa pakai.

Menurut dia, kantor milik Pemda Kabupaten Kupang itu dikontrak Bank NTT Oelamasi sejak 5 Mei 2017. Sewa pakai kantor itu berdasarkan peraturan pemerintah daerah yang telah ditetapkan atas permohonan dari pihak Bank NTT kepada Pemda melalui BPKAD.

“Saat pengajuan kontrak, tim turun ke lapangan untuk proses pengkajian dan analisa uji kelayakan dari lokasi dan nilai kontrak yang diajukan. Setelah disetuji baru dibuatlah kontrak,” kata Patmawan kepada wartawan belum lama ini.

Persetujuan sewa pakai itu, kata dia, karena Pemda Kabupaten Kupang menginginkan pendekatan pelayanan perbankan dengan masyarakat Semau.

Berdasarkan hasil kajian dari tim, telah disetujui nilai kontrak sebesar Rp 10 juta pertahun untuk lima tahun. Sehingga total yang dianggarkan sebesar Rp 50 juta.

“Nilai kontrak yang dianggarkan itu tidak termasuk dengan biaya perawatan gedung. Biayanya ditanggung oleh Bank NTT,” tandasnya.

Ia mengaku heran jika hingga hari ini kantor yang dikontrak Bank NTT itu belum dipergunakan.

“Kami mengira aktivis pelayanan Bank NTT Cabang Semau sudah berjalan. Kan sudah dari 2017, mungkin kendalanya ada di internal Bank NTT,” pungkasnya.

Terpisah, seorang warga pulau Semau, yang tidak ingin namanya dipublikasi, meminta persoalan tersebut menjadi atensi pihak kepolisian.

“Ini jelas masyarakat dan Negara dirugikan, masa kontrak sudah dari tahun 2017 tetapi tidak dimanfaatkan, ada apa? Pak polisi tolong selidiki, jangan tidur saja”, pintanya.

Dia meminta Bank NTT pusat segera meminta pertanggung jawaban kepala Bank NTT Cabang Oelamasi terkait persoalan dimaksud.

“Kalau tidak mampu maka segera diganti”, tegasnya. (MBN01/ DT)