Bangun Ekonomi Berbasis Kultur Wilayah, Bupati Nagekeo Bertemu Tokoh Ulayat Lape

0
87

Nagekeo, NTT

Bupati Nagekeo dr. Yohanes Don Bosco Do, melakukan pertemuan bersama sejumlah tokoh ulayat Lape, kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, di kantor kelurahan Lape, Jumat (1/2/2019).

Pertemuan yang berlangsung kurang lebih dua jam tersebut, membahas rencana pengembangan kawasan pembiakan sapi potong pada lahan tidur di beberapa lokasi  tanah ulayat milik komunitas adat Lape.

Dalam diskusi tersebut bupati Don mengatakan, rencana pengembangan kawasan pembiakan sapi potong, merupakan upaya untuk membuka lapangan kerja dan meningkatkan perekonomian masyarakat berdasarkan potensi dan kultur masyarakat Lape yang sudah ada, jauh sebelum Mbay menjadi ibu kota kabupaten Nagekeo.

“Masyarakat Lape harus naik level dalam cara beternak. Tentukan sekarang juga di mana-mana saja lokasinya, jauhkan perdebatan yang bertele – tele dan sebaliknya langsung beraksi sambil belajar”, tegasnya.

Bupati berharap, masyarakat bisa bergotong-royong menanam hijauan, sementara Pemda menyiapkan lahan dengan pola terasering yang disertai dengan pembuatan jebakan air sebanyak mungkin di setiap relung padang sabanah. Sementara Dinas Peternakan dan Perangkat Daerah terkait lainnya akan melaksanakan dan mengawal keberhasilan program tersebut.

Feliks Mepa, salah seorang tokoh mengaku bahwa pendekatan bupati yg sangat rileks dan tidak berjarak membuat semua konsep pembangunan diterima dengan riang gembira oleh masyarakat Lape.

“Program ini selain akan mengisolasi ternak sehingga tidak berkeliaran di Ibukota, juga mengatasi kekeringan dan banjir dalam satu jurus”, kata Feliks.

Dalam diskusi tersebut bupati Don dan para ulayat komunitas adat Lape, akhirnya menyepakati lokasi Lowomobo, Nagewaja dan Kota Baru sebagai lokasi pengembangbiakan sapi potong. (Belmin)