Selfin Ditahan Gegara KTM, Erson Atamau : Wah, yang Tidak Kuliah di Kamar Saja?

0
934

Kupang, NTT

Polemik penahanan dan penerlantaran, Selfin Etidena, mahasiswi asal Kabupaten Alor di bandara El-Tari Kupang, Jumat (4/1/2019), oleh satgas Anti Human Trafficking terus bergulir dan semakin panas.

Erson Atamau, perwakilan pemuda ikatan keluarga Alor (IKA) Kupang, Jumat (11/1/2019), menanggapi klarifikasi Plt Kadis Nakertrans NTT, Sisilia Sona, yang dengan tegas mengatakan perempuan asal kabupaten Alor yang ditahan di bandara El-Tari Kupang bukan mahasiswa.

Dia mengatakan, seandainya Selfin bukan mahasiswa, apa kesalahannya sehingga harus diterlantarkan. Menurutnya tidak ada alasan untuk menahan seseorang sepanjang dia memiliki identitas yang jelas.

“Apakah yang bukan mahasiswa tidak bisa bepergian ke luar NTT. Wah, kalau begitu yang tidak kuliah di kamar saja?”, ujar Erson sinis.

Lebih lanjut Erson mengatakan pihaknya sangat mendukung Moratorium TKI/TKW, namu Dia menilai Disnakertrans keliru menerjemahkan makna kalimat Moratorium pengiriman TKI/TKW yang dicanangkan oleh Gubernur NTT, Viktor B Laiskodat.

“Apakah Moratorium lalu warga NTT yang usia produktif tidak boleh bepergian ke luar daerah (dalam negeri)? Ini pemikiran yang sesat, masa orang ditahan gara – gara tidak bawa kartu tanda mahasiswa (KTM) atau bukan mahasiswa”, pungkas Erson.

Dia menduga, apa yang dilakukan Disnakertrans dan satgas anti trafficking semata hanya pencitraan agar mendapat pujian karena sukses menggagalkan banyak calon TKI, padahal sebenarnya yang digagalkan, menurutnya, bisa jadi hanya masyarakat biasa yang bepergian, baik liburan, sekolah/kuliah, atau yang mencari kerja di dalam negeri (Luar NTT).

“Pembentukan satgas anti human trafficking sudah dilakukan sejak jaman pak FLR merupakan manifestasi dari sikap pemerintah dalam melakukan perlindungan terhadap masyarakat khususnya mencegah adanya pengiriman TKI/TKW ilegal, bukan untuk mencegah masyarakat bepergian. Ini lelucon yang tidak lucu”, katanya.

Terkait kasus penahanan Selfin Etidena, Erson mengutuk sikap Disnakertrans yang telah menahan dan menerlantarkan mahasiswa semester 7 STT Galilea Indonesia.

“Setelah mereka batalkan penerbangannya, mereka lalu duduk diam, semestinya pihak satgas memberikan layanan transportasi dan akomodasi sebagai bentuk tangung jawab moril dan atas nama kemanusiaan. Ini kekeliruan luar biasa yang telah mereka lakukan, kami akan tempuh jalur Hukum”, Tegasnya (MBN01)